25.3 C
Samarinda
Kalimantan TimurKutai KartanegaraKebut Optimalisasi Upaya Penanggulangan Stunting di Kecamatan Anggana

Kebut Optimalisasi Upaya Penanggulangan Stunting di Kecamatan Anggana

Kutai Kartanegara, JurnalKaltim.com – Sebagai salah satu optimalisasi upaya penanggulangan stunting yang sampai pada saat ini masih marak, Rendra Abadi selaku Camat Anggana menyatakan pihaknya saat ini sedang berusaha memaksimalkan fungsi dari Puskesmas Meriam yang terletak di wilayahnya.

Optimalisasi Upaya Penanggulangan Stunting di Kecamatan Anggana

Rendra Abadi selaku Camat Anggana menjelaskan bahwa pada saat ini sudah banyak langkah – langkah konkret yang tengah diambil oleh pihak Puskesmas Meriam. Termasuk dalam usaha menjalankan peran penting Puskesmas Meriam dalam mendukung optimalisasi kesehatan masyarakat, tentu khususnya dalam hal upaya penanggulangan stunting.

“Kami (Kecamatan Anggana) memiliki Puskesmas Meriam, yang mana kami sering mengadakan sosialisasi tentang kesehatan, apalagi yang lagi marak ya, stunting,” ujar Rendra Abadi selaku Camat Anggana pada hari Rabu lalu (8/11/2023).

Lebih lanjut, Rendra Abadi menyatakan bahwa pada saat ini penyakit stunting masih menjadi salah satu isu utama yang perlu mendapatkan perhatian yang serius. Terutama dalam upaya mencegah timbulnya dampak buruk sepanjang masa pertumbuhan dan juga perkembangan anak – anak.

Maka daripada itu, sebagai Camat dari Kecamatan Anggana, Rendra Abadi menyampaikan pihaknya akan memaksimalkan peran dari Puskesmas Meriam sehingga unit kesehatan tersebut bisa berperan aktif dan memberikan pemahaman mendalam tentang penyakit stunting pada masyarakat setempat.

“Puskesmas kami, tiada henti-hentinya memberikan pemahaman mengenai stunting, dan dibantu juga dari pihak perusahaan untuk penyuplai kebutuhan tambahan,” tambah Rendra Abadi selaku Camat Anggana.

Selama ini, pemberian dukungan dari beberapa perusahaan setempat sudah berhasil membantu peningkatan akses masyarakat kepada kesediaan layanan kesehatan serta edukasi yang mencukupi tentang penyakit stunting. Rendra Abadi selaku Camat Anggana tak lupa menekankan bahwa kondisi pada 1.000 hari pertama dalam kehidupan bayi merupakan masa – masa kritis dalam proses perkembangan seorang anak.

“Kami sangat memperhatikan 1000 hari kelahiran bayi, dari Puskesmas Meriam sendiri sering memberikan tablet tambah darah (Ttd), dan vitamin kesehatan lainnya,” ungkap Rendra Abadi selaku Camat Anggana.

Diketahui, pemanfaatan serta optimalisasi Puskesmas Meriam sebagai unit kesehatan yang sigap atas penyakit stunting mempunyai tujuan khusus untuk benar – benar memastikan setiap bayi yang mengunjungi Puskesmas Meriam akan mendapat asupan gizi yang dibutuhkan sepanjang fase awal kehidupan anak hingga akhirnya anak bisa tumbuh dan tentunya bisa berkembang optimal sesuai dengan target pertumbuhannya.

Diharapkan dengan terjalinnya ikatan kerja sama diantara Puskesmas Meriam dengan pihak perusahaan dan juga kepada komunitas setempat, Rendra Abadi selaku Camat Anggana memiliki harapan untuk mampu mengatasi berbagai permasalahan stunting dengan efektif. Dengan begitu, anak – anak pun mendapatkan peluang yang tentunya lebih baik untuk melewati masa pertumbuhan dan juga perkembangan.

Rendra Abadi sebagai Camat Anggana menyatakan bahwa pihak tim Puskesmas Meriam sejatinya telah berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya penanggulangan stunting secara maksimal dalam usaha menjaga kesehatan warga Anggana. Terlebih dalam upaya penanggulangan stunting yang memiliki tujuan supaya anak – anak setempat mampu tumbuh menjadi penerus generasi sehat dan kuat.

Dampak dari Penyakit Stunting

Upaya penanggulangan stunting sendiri tidak bisa dikerjakan secara setengah – setengah. Pasalnya dampak yang ditimbulkan dari penyakit stunting tidaklah main – main. Menurut UNICEF, anak yang telah mengalami stunting di jangka waktu yang lebih awal atau kira – kira sebelum menginjak umur enam bulan maka berpeluang akan kembali mengalami stunting kembali dengan efek yang lebih berat pada umur menjelang dua tahun.

Upaya Penanggulangan Stunting
Kebut Optimalisasi Upaya Penanggulangan Stunting di Kecamatan Anggana

Jika masuk dalam kategori parah, atau dalam artian, anak tersebut mengalami defisit gizi dalam jangka panjang, perkembangan fisik dan mentalnya tidak akan mampu setara dengan anak – anak seusianya sehingga pembelajaran secara optimal pun menjadi mustahil.

Pada dasarnya, penyakit stunting secara langsung mengganggu laju pertumbuhan dan juga tumbuh kembang intelek dari seorang anak, bahkan tak jarang juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif yang jauh tertinggal dibandingkan anak – anak seumurannya.

Referensi:
Kementerian Keuangan Republik Indonesia (KPKNL Ternate)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More