25.3 C
Samarinda
Kalimantan TimurKutai KartanegaraDemi Tekan Angka Penyebab Stunting, Ambo Dalle Siap Lakukan Hal Ini

Demi Tekan Angka Penyebab Stunting, Ambo Dalle Siap Lakukan Hal Ini

Kutai Kartanegara, JurnalKaltim.com – Diketahui pada saat ini angka penyebab stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara masih berada di kisaran angka 20%. Perkiraan angka ini didapat dari data Sistem Standar Gizi Indonesia (SSGI). Padahal, provinsi Kalimantan Timur memiliki target untuk tahun 2024 agar bisa mencapai angka 14,42%.

Usaha Ambo Dalle Untuk Tekan Angka Penyebab Stunting

Pada saat ini, seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sedang bekerja sama untuk menekan angka kasus stunting. Karenanya, sangat diperlukan program untuk menekan penyebab stunting serta pemberdayaan masyarakat untuk warga Kutai Kartanegara sesegera mungkin.

Ambo Dalle selaku Camat Marang Kayu menyatakan pada saat ini pihaknya sudah menjalin ikatan kolaborasi secara internal dengan sebelas Pemdes (Pemerintahan Desa) yang ada di wilayah Marang Kayu. Ambo Dalle berharap usahanya ini dapat menurunkan angka kasus stunting secara signifikan.

Penyebab Stunting
Camat Marang Kayu, Ambo Dalle
Sumber Foto : Berita Alternatif

Camat Marang Kayu, Ambo Dalle juga sudah meminta dukungan kepada dua Perusahaan Migas (Minyak & Gas) yang berada di wilayah Marang Kayu, yaitu PT Pertamina Sanga – Sanga (PHSS) serta PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PKHT).

“Masalah stunting di Kecamatan Marang Kayu ada penurunan, ini juga sesuai arahan bupati yang ingin Kukar angka stuntingnya menurun,” kata Ambo Dalle yang saat ini menjabat sebagai Camat Marang Kayu.

Menurut Ambo Dalle, saat ini perusahaan PHKT (PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur) dan PT. Pertamina Sanga – Sanga (PHSS) berkomitmen untuk membantu Pemerintah Kecamatan Marang Kayu untuk membantu usaha penanganan penyebab stunting lewat upaya pemberian asupan gizi. Diketahui, kontribusi dari perusahaan PT. Pertamina Sanga – Sanga dan PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur yang berada di Marang Kayu adalah dengan memberikan bantuan asupan gizi rutin setiap bulannya demi mencegah terjadinya kasus stunting.

“Terutama PHKT (PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur) yang paling rutin memberikan telur dan asupan gizi langsung ke warga dan ada juga yang diberikan ke siswa sekolah-sekolah,” ungkap Ambo Dalle sebagai Camat Marang Kayu.

Ambo Dalle menjelaskan terkait bantuan asupan gizi yang datang dari dua perusahaan tersebut biasanya dikumpulkan dahulu di Kantor Kecamatan sebelum diberikan kepada para warga. Sedangkan untuk bantuan kepada sekolah – sekolah, biasanya bantuan asupan gizi tersebut langsung diantarkan dan selalu rutin dilaksanakan sampai saat ini.

“Penanganan stunting ini sesuai arahan Bupati Kukar yang ingin Kukar angka stuntingnya turun,” pungkas Ambo Dalle.

Deteksi Dini Gejala Stunting

Penyebab stunting yang paling umum adalah karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang panjang, akibatnya proses pertumbuhan anak menjadi terganggu. Meski sebagian masyarakat Indonesia berkeyakinan bahwa tubuh yang pendek adalah faktor genetik, faktanya faktor genetik berperan kecil pada kondisi kesehatan seorang anak. Faktor lingkungan dan juga pelayanan kesehatan memegang peranan yang lebih besar pada tumbuh kembang anak.

Untuk menghindari penyebab stunting pada anak, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa saja gejala dari penyakit stunting:

  • Wajah anak terlihat lebih muda daripada anak – anak seumurannya
  • Proses pertumbuhan gigi dan tubuh anak jadi lebih terlambat daripada seharusnya
  • Kemampuan untuk fokus dan mengingat materi pembelajaran memburuk
  • Mengalami masa puber lebih lambat daripada anak – anak biasanya
  • Ketika anak menginjak umur 8 – 10 tahun, anak – anak yang mempunyai gejala stunting biasanya lebih pendiam dan jarang melakukan kontak mata pada orang – orang yang berada di sekitarnya.
  • Tanda – tanda yang paling mudah terlihat adalah berat badan yang lebih ringan dibandingkan anak – anak seumurannya.

Kewaspadaan kita merespons penyebab stunting sangat penting karena sejatinya kasus stunting merupakan ancaman utama dari tingkat kualitas masyarakat Indonesia. Pada saat anak – anak terkena stunting, otomatis tidak hanya pertumbuhan fisik mereka saja yang akan terganggu tapi juga perkembangan otaknya pun menjadi tidak maksimal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More