23.2 C
Samarinda
Kalimantan TimurMasuki Musim Penghujan, BPBD Kaltim Ingatkan Potensi Bencana

Masuki Musim Penghujan, BPBD Kaltim Ingatkan Potensi Bencana

bpbd kaltim

Samarinda, JURNALKALTIM.com – Memasuki bulan-bulan musim penghujan, pihak BPBD Provinsi Kalimantan Timur dalam waktu dekat akan menggelar sebuah pertemuan rapat dengan pihak BPBD kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Pihak BPBD Provinsi Kalimantan Timur mewaspadai adanya jalan licin, longsor, hingga banjir melanda. Terutama perhatian khusus pada bekas galian pertambangan yang berpotensi menyebabkan banjir bandang.

Perundingan Dalam Menghadapi Musim Penghujan

Pada beberapa waktu yang lalu, Agus Tianur yang memiliki posisi jabatan sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur memberikan beberapa penjelasan terkait musim penghujan yang akan mulai datang mengguyur Indonesia, tidak terkecuali Provinsi Kalimantan Timur, pada beberapa bulan ke depan.

Seperti apa yang sudah diumumkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa diperkirakan secara umum awal musim penghujan di Indonesia akan mulai berlangsung pada awal bulan November 2023. Akan tetapi, tingkat keragaman iklim yang tergolong tinggi di Indonesia dapat menyebabkan permulaan awal musim penghujan cenderung tidak akan terjadi secara serentak bersamaan dengan berbagai daerah di seluruh wilayah di Indonesia.

Sementara untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur, sesuai dengan hasil dari pemantauan yang dilakukan pihak BMKG Stasiun Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Kota Samarinda, awal musim penghujan secara umum diperkirakan terjadi pada akhir bulan Oktober dan awal bulan November. Akan tetapi, awal musim penghujan ini pada umumnya akan mengalami kemunduran dari kondisi normal biasanya.

musim penghujan
Kepala BPBD Kaltim, Agus Tianur
(Foto : BPBD)

Sedangkan, untuk durasi lamanya musim penghujan diperkirakan akan terjadi selama 7 sampai dengan 9 bulan. Dengan puncak dari musim penghujan akan terjadi pada bulan Januari dan juga bulan April tahun 2024. Diperkirakan pula bahwa sifat hujan yang terjadi selama musim penghujan berlangsung ini berada dalam kategori yang Normal, artinya sifat hujannya sama seperti rata-rata kondisi musim penghujan.

Berdasarkan keadaan tersebut, Agus Tianur mengungkapkan bahwa pihak BPBD Provinsi Kalimantan Timur dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan rapat dengan para BPBD tingkat kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Pertemuan rapat ini nantinya secara khusus akan membahas dan merundingkan segala hal yang menyangkut terkait langkah yang akan ditempuh dalam menghadapi musim penghujan.

Pernyataan tersebut disebutkan oleh Agus Tianur pada saat menggelar Upacara Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Timur tahun 2023. Upacara tersebut diadakan di pelataran Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di Jl. Mayjend Mt. Haryono, No. 46, Kel. Air Putih, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Percepatan Koordinasi Dalam Penanganan Bencana di Musim Penghujan

Dalam keterangannya, Agus Tianur menyebutkan bahwa apabila nantinya terjadi bencana banjir, maka bencana ini penanganannya cenderung berbeda dengan kejadian karhutla. Pasalnya, pada penanganan bencana banjir, fungsi koordinasi yang dilakukan oleh pihak BPBD Provinsi Kalimantan Timur lebih menonjol dan dikuatkan lagi karena banyak melibatkan pihak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beserta para pihak berkepentingan lainnya (stakeholder).

Dalam hal ini, Agus Tianur berencana untuk dapat memastikan sejumlah personil petugas BPBD di berbagai wilayah kabupaten dan kota dalam keadaan siap siaga. Kesiapsiagaan ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk mempercepat tindak koordinasi dan penanganan bencana yang diperkirakan akan terjadi pada saat musim penghujan tiba.

Adapun bencana yang diperkirakan akan melanda sehingga perlu untuk diwaspadai saat melalui musim penghujan ini adalah kondisi jalan yang umumnya akan lebih licin dari biasanya diakibatkan karena tanah yang terbawa masuk ke jalan, dan juga adanya peristiwa tanah longsor.

“Yang perlu diwasdai di musim pengujan adalah jalan yang licin akibat tanah yang masuk ke jalan dan juga longsor,” ucap Agus Tianur.

Di samping itu, sejauh ini memang belum ada laporan terkait adanya bencana banjir. Meskipun begitu, perlu langkah waspada terhadap daerah bekas galian pertambangan yang akan menampung air hujan. Pasalnya, apabila tanggul bekas galian tersebut tidak kuat, dikhawatirkan akan jebol dan dapat mengakibatkan bencana banjir bandang ke pemukiman warga.

Namun, Agus Tianur mengungkapkan bahwa untuk sementara ini, syukurnya masih belum diterima laporan yang masuk terkait adanya korban yang menderita luka akibat dari lubang galian pertambangan tersebut. (ADV/NDA/BPBDKALTIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More