25 C
Samarinda
Kalimantan TimurKutai KartanegaraKelurahan Melayu Hadirkan Dewan Pangan Demi Memperkuat Ketahanan Pangan

Kelurahan Melayu Hadirkan Dewan Pangan Demi Memperkuat Ketahanan Pangan

KUTAI KARTANEGARA, JURNALKALTIM.COM – Pembentukan dewan pangan yang dilakukan oleh Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, merupakan salah satu langkah proaktif yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi potensi masalah pangan. Dewan pangan ini dibentuk oleh Lurah Melayu, Aditiya, pada bulan Oktober lalu.

Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi Dewan Pangan dan Ketua RT

Aditiya Rakhman selaku pemimpin inisiatif pembentukan Dewan Pangan ini, mengajak para Ketua RT untuk turut serta mengambil bagian penting dalam pelaksanaan upaya penguatan pangan pada masing-masing wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap meningkatnya kebutuhan ketahanan pangan di Kelurahan Melayu.

Dewan Pangan ini dirancang untuk berfokus pada berbagai aspek yang berkaitan dengan kebutuhan pangan, diantaranya sektor perikanan, pemuda tani, kesehatan pangan dan gizi, bank sampah, dan berbagai bidang pendukung ketahanan pangan lainnya.

Tujuan kerja sama antara dewan pangan dan ketua RT terkait ketahan pangan adalah untuk memanfaatkan potensi strategis yang dimiliki oleh setiap RT, yang sesuai dengan kebutuhan wilayahnya.

Sebagai contoh, jika suatu wilayah memiliki banyak masalah pangan, maka Dewan Pangan akan berfokus pada bidang pangan. Begitu pula dengan wilayah dominasi industri atau perdagangan, maka wilayah tersebut akan berfokus pada masalah yang sesuai dengan bidangnya.

“Kami berusaha, untuk memanfaatkan potensi di setiap RT sesuai dengan kebutuhan wilayahnya. Misalnya, jika suatu wilayah memiliki lebih banyak masalah pangan, kami akan fokus pada bidang pangan. Sementara wilayah-wilayah yang lebih terkait dengan industri atau perdagangan akan difokuskan di bidang tersebut,” kata Aditiya pada Selasa (07/11/2023)

Keterlibatan Ketua RT, sebagai perwakilan masing-masing wilayah, merupakan salah satu langkah strategis yang digunakan pemerintah Kelurahan Melayu. Dengan hadirnya Ketua RT yang memahami wilayahnya masing-masing, diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam strategi memperkuat ketahanan pangan di lingkungannya.

Untuk memastikan peningkatan ketahanan pangan, Dewan Pangan akan menjalin sinergi yang kuat dengan para Ketua RT melalui forum RT di wilayah tersebut. Ketua RT memiliki kewenangan untuk memberikan instruksi kepada warganya, serta ikut serta melibatkan dirinya bekerja sama dengan masyarakat dalam mengatasi masalah pangan di sekitarnya.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, kondisi pangan di Kelurahan Melayu masih dalam kondisi cukup baik. Keberadaan eks Pasar Tangga Arung memiliki peran penting sebagai akses pangan, dan mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar. Di dalam pasar ini, masih banyak pedagang lokal yang menjual berbagai jenis makanan dan bahan pokok.

“Hingga saat ini, alhamdulillah, kondisi pangan di Kelurahan Melayu, yang terletak di wilayah perkotaan dan perdagangan, masih cukup baik. Akses terhadap pangan juga mudah diakses, berkat adanya eks Pasar Tangga Arung,” jelasnya.

Meskipun demikian, Lurah Melayu berharap bahwa dengan pembentukan dewan pangan ini, mereka dapat menjaga kondisi pangan agar tetap stabil dan terkendali dengan baik. Kebutuhan pangan seharusnya merata, sehingga di dalam wilayah Kelurahan Melayu tidak terlihat lagi masyarakat yang  masih mengalami kelaparan, khususnya di daerah perkotaan.

“Kami berharap bahwa dengan pembentukan Dewan Pangan ini, kami dapat menjaga kondisi pangan di wilayah Melayu agar tetap terkendali. Kami tidak ingin melihat warga setempat mengalami kelaparan, terutama karena kami berada di daerah perkotaan,” tegasnya.

Dukungan Dinas Ketahanan Pangan Untuk Kelurahan Melayu

dewan pangan
Kelurahan Melayu Hadirkan Dewan Pangan Demi Memperkuat Ketahanan Pangan
Sumber ; Pexels

Selain itu, Kelurahan Melayu juga telah mendapatkan dukungan pangan dari Dinas Ketahanan Pangan, diantaranya bantuan berupa beras Bulog. Bantuan yang diserahkan oleh Dinas Ketahan Pangan ini, akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini merupakan bagian penting dari kerja sama kuat yang dibangun oleh pemerintah pusat dan daerah untuk bersama-sama memastikan ketahan pangan di wilayah Kelurahan Melayu tetap terjaga dengan baik secara berkesinambungan.

Sebagai penutup, Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, berpesan kepada Ketua RT untuk selalu berkontribusi dalam rangka pengentasan persoalan pangan. Ia berharap agar Dewan Pangan dan para Ketua RT dapat selalu berkomunikasi dengan baik, sehingga apabila ada masalah dan perlu segera diatas dapat ditentukan solusinya serta terselesaikan dengan cepat dan tepat.

“Para Ketua RT juga akan berperan aktif dalam memantau kebutuhan pangan warganya dan terus berkomunikasi dengan pihak kelurahan jika ada masalah yang perlu segera diatasi,” tutup Aditya.

Langkah proaktif Kelurahan Melayu dalam membentuk Dewan Pangan dengan melibatkan peran aktif para Ketua RT diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah kondisi perkotaan dan perdagangan yang berbeda-beda.

Upaya ini tidak hanya mengandalkan kerjasama internal tetapi juga melibatkan dukungan dari pihak berwenang seperti Dinas Ketahanan Pangan. Dengan langkah-langkah yang terencana dan kolaboratif seperti ini, diharapkan dapat mengatasi permasalahan pangan di wilayah Melayu dengan lebih baik, sehingga masyarakat setempat dapat menikmati akses pangan yang memadai.

(DiskomKukar//PP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More