
SAMARINDA, JURNALKALTIM.com – Pembangunan masjid SMAN 10 Samarinda memasuki babak pertama yaitu dengan diselenggarakannya peletakan batu pertama oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor. Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah menganggarkan dana senilai Rp. 9 miliar untuk pembangunan tempat ibadah tersebut.
Latar Belakang Pembangunan Masjid SMAN 10 Samarinda
Sebagai upaya meningkatkan nilai religius bagi para peserta didik, Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim telah memersiapkan dana senilai Rp9.775.969.641 miliar untuk pembangunan masjid di SMAN 10 Samarinda. Gubernur Isran menyampaikan bahwa pembangunan tempat ibadah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan siswa sekolah, guru, tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar.
“Dengan kehadiran masjid, baik siswa maupun masyarakat sekitar dapat memanfaatkannya untuk ibadah dan kegiatan sosial lainnya,” tuturnya beberapa waktu lalu.
Selain itu, pembangunan masjid tersebut juga dilatarbelakangi oleh lokasi tempat ibadah yang jauh dari sekolah. Sehingga, dengan adanya masjid di lingkungan SMAN 10 Samarinda diharapkan mampu menjadi wadah spiritual sekaligus meningkatkan nilai religius di masing-masing peserta didik.

Sumber gambar : Kaltim Today
Lebih lanjut, Kepala sekolah SMA Negeri 10 Samarinda, Fathur Rachim menyambut baik rencana pembangunan masjid SMAN 10 Samarinda ini. Ia berharap agar pembangunan tempat ibadah tersebut menjadi pendukung dalam penerapan nilai-nilai spiritual di lingkungan sekolah.
“Kami merasa senang dan bersyukur karena masjid ini akan menjadi wadah spiritual bagi siswa dan masyarakat. Kami berharap masjid ini dapat memperkaya pengalaman pendidikan dan spiritual siswa di SMA 10 Samarinda,” ucap Fathur Rachim.
Momen Peletakan Batu Pertama
Momen peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor pada Senin (21/8/2023) lalu. Kegiatan tersebut tentu menjadi tanda dimulainya pembangunan infrastruktur masjid SMAN 10 Samarinda.
Bukan hanya itu, serangkaian acara lainnya juga turut memeriahkan kegiatan tersebut seperti penanaman pohon ketapang kencana. Gelaran ground breaking ini pun sekaligus menjadi sarana peninjauan fasilitas pendidikan vokasi di SMAN 10 Samarinda.
Menurut Gubernur Isran, SMAN 10 Samarinda dinilai telah memenuhi standar kualitas sekolah yang refresentatif. Hal ini dilihat dari berbagai sarana dan prasarana yang telah tersedia di sekolah tersebut.
“Sekolah ini harus menjadi percontohan. SMA Negeri 10 merupakan benchmark sekolah-sekolah di Kaltim, bahkan Indonesia,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, Gubernur Isran memberikan sambutan sekaligus menyampaikan rencana terkait proses pembangunan. Ia kemudian menyinggung perihal nama masjid yang kelak akan digunakan. Menurutnya, penamaan tersebut akan diserahkan kepada gubernur kaltim di periode yang akan datang.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan masjid ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana dulu. Untuk nama biarlah Gubernur yang akan datang yang menamainya,” ujar Isran.
Sebagai informasi, Kabid Pembinaan Ketenagaan yang mewakili Kadisdikbud Kaltim, Muhammad Jasniansyah mengungkapkan bahwa pembangunan masjid tersebut dijadwalkan selesai pada bulan Desember 2023 mendatang. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa dengan anggaran tersebut diperkirakan mampu membangun masjid dengan dua lantai.
“Insyaallah target desember kita selesaikan. Paling tidak anggaran Rp 9 Miliar itu, mampu membangun masjid dua lantai,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pembangunan masjid SMAN 10 Samarinda telah disesuaikan dengan kapasitas siswa dan tenaga pendidik yang ada di sekolah. Diketahui, masjid tersebut nantinya mampu menampung 1200 jamaah sesuai dengan kebutuhan pihak sekolah.
“Masjid ini akan memiliki kapasitas untuk menampung 1200 jemaah. Pembangunan masjid ini juga merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih baik bagi siswa dan masyarakat sekitar,” tulisnya.
Bukan hanya itu, Jasni juga menegaskan bahwa Disdikbud Kaltim akan terus memantau proses pembangunan masjid SMAN 10 Samarinda. Hal ini dilakukan agar pembangunan berjalan lancar sesuai waktu yang telah ditentukan.
Sementara itu, pada akhir periode Isran Noor ini, pihaknya juga telah menganggarkan sejumlah dana di sektor pendidikan lainnya. Tercatat, beberapa anggaran yang telah disiapkan oleh Pemprov Kaltim di lingkungan pendidikan diantaranya pembangunan asrama siswa dengan pagu anggaran Rp1.211.600.000 miliar dan rencana pembangunan ruang kelas baru dengan pagu anggaran Rp1.211.600.000 miliar.
(Adv//Disdikbudkaltim//Sik)

