Samarinda, JURNALKALTIM.com – Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah Kaltim terus mendorong aparatur desa untuk mengembangkan diri. Hal ini dilakukan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD). Peningkatan kualitas SDM mendukung proses Digitalisasi Desa Kaltim, khususnya untuk yang bertugas di tingkat desa.
Kondisi Blank Spot Banyak Ditemukan, DPMPD Terus Berupaya Untuk Digitalisasi Desa Kaltim
Kepala DPMPD Kaltim, Anwar Sanusi mengakui bahwa meskipun telah ada upaya yang signifikan, masih ada kekurangan proses Digitalisasi Desa Kaltim dalam hal akses internet di wilayah Kaltim. Banyak desa yang masih berada dalam kondisi blankspot, artinya mereka belum memiliki akses internet yang memadai.
Anwar Sanusi melihat hal ini sebagai hambatan yang perlu diatasi dengan segera. Dalam upaya mengatasi hal ini DPMPD Kaltim lakukan kolaborasi dengan Diskominfo untuk memperbaiki situasi demi mencapai Digitalisasi Desa Kaltim (19/10/2023).

“Kita kan masih banyak yang blankspot ya, mudah-mudahan ada kerjasama dengan Diskominfo biar bisa lebih baik ya,” kata Anwar Sanusi.
DPMPD Kaltim berencana untuk menjalin kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, sebagai upaya mengatasi masalah akses internet yang masih kurang memadai. Salah satu langkah yang diharapkan adalah pembangunan tower yang dapat meminimalisir blankspot di wilayah Kaltim.
Digitalisasi Desa Kaltim bisa berjalan sempurna dengan adanya peningkatan akses internet, diharapkan desa-desa di Kaltim dapat lebih aktif dalam menerapkan digitalisasi dalam berbagai aspek pemerintahan desa.
Digitalisasi Desa Kaltim: Peningkatan Infrastruktur Harus Dibarengi dengan Peningkatan Skill
Selain peningkatan infrastruktur, DPMPD Kaltim juga memberikan perhatian pada peningkatan skill dan Digitalisasi Desa Kaltim, khususnya aparatur desa. Baru-baru ini, DPMPD Kaltim menyelenggarakan pelatihan untuk seluruh Pemerintah Desa (Pemdes) yang ada di Kaltim.
Pelatihan ini dilaksanakan bersama-sama dengan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Eko Prasetyanto Purnomo Putro.
Anwar Sanusi menjelaskan bahwa tujuan utama dari Digitalisasi Desa Kaltim adalah untuk memudahkan koordinasi antara pemerintah daerah dengan aparatur desa ke depan.
Dengan kemampuan teknologi yang lebih baik, diharapkan akan ada peningkatan efisiensi dalam pelaksanaan program dan kebijakan di tingkat desa. Hal ini juga akan membantu pemerintah daerah untuk lebih efektif dalam merespons kebutuhan masyarakat di era yang semakin digital ini.
Tiga Hal Penting dalam Proses Digitalisasi Desa
Transformasi digital desa menjadi fokus utama pemerintah, sejalan dengan amanat program prioritas Desa Digital yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Transformasi ini melibatkan tiga komponen kunci, yaitu Digital Government, Digital Society, dan Digital Economy.
Digital Government (Pemerintah Digital)
Digital Government berkaitan dengan kesiapan aparatur pemerintah di tingkat desa untuk menerapkan konsep e-government, yang mencakup implementasi layanan online mulai dari tingkat desa hingga tingkat nasional.
Para aparatur pemerintah desa harus memahami dan siap mengimplementasikan sistem e-government, sehingga pelayanan publik dapat ditingkatkan dan disederhanakan. Selain itu, pentingnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan online desa adalah unsur krusial.
Digital Society (Masyarakat Digital)
Digital Society adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara bijak dan produktif. Hal ini melibatkan pemberdayaan masyarakat untuk menguasai alat-alat digital sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam ekosistem digital.
Selain itu, Digital Society juga mencerminkan terbentuknya revolusi sosial 5.0, yaitu masyarakat yang menggunakan teknologi digital sebagai pondasi kehidupan sosial.
Digital Economy (Ekonomi Digital)
Digital Economy melibatkan dukungan dari semua pelaku ekonomi, mulai dari tingkat desa, regional, nasional hingga internasional, dalam rangka pertumbuhan ekonomi desa. Ini mencakup penerapan teknologi digital dalam berbagai aspek ekonomi, seperti perdagangan online, pemasaran digital, dan inovasi ekonomi berbasis teknologi.
Melalui upaya-upaya ini, pemerintah Kaltim berkomitmen untuk memajukan desa-desa di wilayahnya dan mengatasi tantangan dalam penerapan teknologi. Digitalisasi di tingkat desa adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih modern, efisien, dan terhubung di mana kualitas SDM dan akses internet menjadi kunci keberhasilan(ADZ/ADV/DPMPD KALTIM)


