25.3 C
Samarinda
Kalimantan TimurPerkuat Sinergi Pengembangan Pertanian, Rendi Solihin Sapa Poktan Terpadu Berkat Al-Arsyadi

Perkuat Sinergi Pengembangan Pertanian, Rendi Solihin Sapa Poktan Terpadu Berkat Al-Arsyadi

Kutai Kartanegara, Jurnalkaltim.com – Rendi Solihin Wakil Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat sinergi pengembangan pertanian dengan masyarakat Kelompok Tani Terpadu Berkat Al-Arsyadi dalam kunjungan kerja ke Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kerja Wabup di Kecamatan Muara Jawa dan Samboja pada Rabu 8 November 2023 lalu.

Rendi Solihin Ikut Memanen Langsung Pepaya California

Kunjungan Wakil Bupati Rendi Solihin berlangsung di pondok yang berlokasi di tengah kebun pepaya California milik Kelompok Tani (Poktan) Terpadu Berakat Al Arsyadi, dimana poktan tersebut mitra dampingan SKK Migas dan Eni Muara Bakau.

Wabup Rendi Solihin disambut hangat oleh Pembina Poktan Terpadu Berkat Al Arsyadi, KH Syaifudin Marzuki.

pengembangan pertanian
Perkuat Sinergi Pengembangan Pertanian, Rendi Solihin Sapa Poktan Terpadu Berkat Al-Arsyadi

Rendi Solihin menyampaikan, akan terus mendukung dan mengapresiasi  dalam  kinerja Poktan Terpadu Berakat Al Arsyadi segala aspek khususnya dalam pengembangan pertanian ini. Pihaknya berjanji akan membantu memperbaiki akses jalan menuju lokasi kebun. Diketahui saat ini akses menuju kebun masih berupa jalan tanah, ditambah lagi jalan yang masih sempit.

“Nanti akan kita usulkan untuk peningkatan jalannya” kata Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin.

Disamping itu, selain menanam pohon pepaya California, Poktan ini juga berfokus untuk menanam kopi, melon dan semangka serta budidaya ikan seperti ikan papuyu, ikan patin dan ikan nila.

Pada kesempatan yang sama, Rendi Solihin juga turut terjun untuk memanen dan mencicipi langsung buah pepaya jenis California yang terkenal dengan rasa manis.

Selanjutnya, salah satu pengelola perkebunan, Arifin menerangkan bahwa pengembangan pertanian ini bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan bagi Ponpes Al Arsyadi serta meningkatkan perekonomian keluarga.

Ia juga menambahkan, hasil panen kebun pepaya menghasilkan sekitar 1,5 ton buah per harinya.

“Kebun papaya ini menghasilkan sekitar 1,5 ton buah setiap hari, yang langsung diambil oleh pembeli” ungkap Arifin.

Strategi dalam Pengembangan Pertanian

Sebagai informasi, pengembangan pertanian melibatkan serangkaian strategi dan tindakan konkret. Pengembangan pertanian di Indonesia merujuk pada serangkaian kebijakan, program dan kegiatan yang bertujuan meningkatkan sektor pertanian. Tujuan dari pengembangan pertanian adalah sebagai berikut :

  1. Ketahanan Pangan, menjamin ketersediaan, akses, dan kestabilan pangan bagi masyarakat Indonesia ,baik dalam jumlah ragam dan jenis makanan.
  2. Peningkatan Kesejahteraan Petani, memberdayakan petani dengan meningkatkan pendapatan mereka, memastikan kondisi kerja yang layak dan meningkatkan taraf hidup mereka.
  3. Pemberdayaan Perempuan di Sektor Pertanian, mengurangi kesenjangan gender dan meningkatkan peran serta perempuan dalam pengambilan keputusan terkait pertanian.
  4. Keseimbanngan Wilayah, menyusun kebijakan untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta meningkatkan keseimbangan pembangunan pertanian di berbagai daerah/

Pencapaian tujuan – tujuan ini berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial suatu negara serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sedangkan, untuk mengembangkan pertanian, berbagai strategi dapat diadopsi. Berikut  beberapa strategi umum yang dapat diterapkan :

  1. Teknologi Pertanian Modern, menerapkan teknologi pertanian terkini, seperti sistem irigasi yang canggih dan otomatisasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
  2. Pendidikan dan Pelatihan, memberikan pelatihan dan pendidikan kepada para petani untuk memperkenalkan praktik pertanian terbaik, manajemen sumber daya  dan penggunaan teknologi baru.
  3. Infrastruktur Pertanian, membangun dan memelihara infrastruktur seperti jalan, gudang penyimpangan dan fasilitas pemrosesan untuk mendukung distribusi dan pemasaran yang efisien.
  4. Pemberdayaan Petani, memberikan dukungan kepada petani dalam pengambilan keputusan, memfasilitasi akses mereka ke sumber daya dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
  5. Pengelolaan Risiko, mengembangkan sistem asuransi pertanian dan strategi pengelolaan risiko lainnya untuk melindungi petani dari kerugian akibat bencana alam atau fluktuasi harga.
  6. Kemitraan dan Kolaborasi, mendorong kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, lembaga riset dan masyarakat sipil untuk menciptakan lingkungan yang menndukung penge,bangan pertanian.

Penerapan strategi ini seringkali memerlukan koordinasi antara berbagai pihak dan komitmen jangka panjang untuk mencapai hasil yang signifikan.

(Adv/DiskomKukar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More