
Kutai Kartanegara, Jurnalkaltim.com – Dalam upaya mengurangi jumlah sampah yang menumpuk dan sekaligus ingin meningkatkan perekonomian warga, kelurahan Melayu Kabupaten Kukar melalui pengelolaan sampah rumah tangga, berencana mendirikan Bank Sampah pada tahun 2024.
Strategi Inilah Yang Dilakukan Di Kelurahan Melayu Dalam Mendirikan Bank SampahÂ
Kendati rencana ini merupakan langkah positif dalam menjaga kebersihan dan mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien, Kelurahan Melayu masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah tidak adanya bangunan yang akan menjadi rumah bagi Bank Sampah. Meskipun demikian, pihak Kelurahan Melayu tengah berupaya mencari lokasi yang sesuai dan memadai untuk mendukung operasional Bank Sampah ini.
Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, berbicara tentang rencana tersebut dalam sebuah konferensi pers. Menurutnya, tahun 2024 akan menjadi momentum penting bagi Kelurahan Melayu untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah, bukan hanya sebatas penjualan. Rencananya, Bank Sampah ini akan dilengkapi dengan mesin pres serta fasilitas pengolahan kompos.
“Di 2024 mau dioptimalkan pengolahannya, mulai dari pemanfaatan sampahnya bukan hanya menjual. Kalau bisa ada mesin presnya, pengolahan komposnya” tutur Lurah Melayu Aditiya Rakhman.
Selain itu, Aditiya Rakhman juga menekankan perlunya pembinaan terhadap pengelolaan sampah di seluruh lingkungan tingkat RT. Dia mengakui bahwa belum semua RT di Kelurahan Melayu memiliki Bank Sampah, tak hanya itu ada faktor lain terkait dengan perbedaan budaya serta kondisi geografis warga di berbagai wilayah.
Meskipun demikian, Bank Sampah sudah tersebar di beberapa titik strategis di Kelurahan Melayu, yakni di RT 47, 38, 42, dan 34. Hal ini adalah langkah awal dalam pengelolaan sampah yang lebih baik di wilayah ini.
Aditiya Rakhman juga menegaskan komitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada warga serta RT di Kelurahan Melayu terkait rencana pengelolaan sampah.
Dengan perencanaan yang matang, Kelurahan Melayu berupaya memberikan kontribusi yang nyata dalam upaya menjaga lingkungan yang bersih dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warganya.
Apa Itu Bank Sampah?

Bank sampah adalah sebuah konsep yang mencakup pengumpulan sampah kering dari rumah tangga, seperti plastik, kertas, kaleng, dan bahan lainnya, yang melibatkan sistem transformasi limbah menjadi sumber penghasilan dengan tujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam pemilahan dan daur ulang sampah.
Di kota Jakarta, pengelolaan sampah menjadi bagian dari program Dinas Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga serta memberikan nilai ekonomis ketika sudah di daur ulang.
Dalam prakteknya, hasil dari proses pengumpulan sampah yang telah dipilah tersebut kemudian diserahkan ke tempat pembuatan produk kerajinan dari sampah atau ke pengepul. Secara konseptual, pengelolaan ini dioperasikan dengan metode yang mirip dengan sistem perbankan, yang dikelola oleh petugas sukarelawan.
Peningkatan Signifikan: Lebih dari 25 Ribu Bank Sampah Tersebar di Seluruh Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat perkembangan yang menggembirakan dalam upaya pengelolaan sampah di Indonesia. Saat ini, terdapat lebih dari 25.540 unit bank sampah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan signifikan jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun lalu, ketika hanya ada sekitar 3.500 unit pengelolaan sampah di seluruh negara.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyambut baik pencapaian ini. Dalam keterangannya, Ia mengungkapkan apresiasi terhadap peran pemerintah daerah, para pelaku, aktivis, dan dunia usaha yang telah berkontribusi aktif dalam pengembangan pengelolaan sampah di Indonesia.
Dengan prinsip 3R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang). Pengelolaan sampah juga berfungsi sebagai sarana edukasi, mengubah perilaku dalam pengelolaan limbah, serta menerapkan konsep ekonomi sirkular. Fasilitas ini umumnya dikelola oleh masyarakat, badan usaha, dan pemerintah daerah.
Pada Festival Peduli Sampah Nasional 2023, KLHK memberikan penghargaan kepada 10 pengelolaan sampah yang telah menunjukkan kinerja terbaik. Terdapat 108 bank sampah unit dan 60 induk yang diusulkan oleh pemerintah daerah dan asosiasi dalam bidang persampahan. Dari hasil pemeringkatan tersebut, 10 bank sampah, termasuk lima induk dan lima bank sampah unit, mendapat penghargaan pengelolaan sampah terbaik tahun 2023.
Pencapaian ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia untuk mengelola sampah dengan lebih efisien dan berkelanjutan. Semakin banyak pengelolaan sampah yang tersebar di seluruh negeri, semakin besar pula dampak positifnya terhadap lingkungan dan perekonomian Indonesia. Dengan terus mendorong pengembangan pengelolaan sampah, diharapkan masalah sampah di Indonesia dapat semakin teratasi dengan baik.

