Jurnalkaltim.com – Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar Istighosah Kubro. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Mulawarman pada Minggu, 15 Oktober 2023. Antusiasme masyarakat setempat sangat tinggi, ribuan warga memadati lapangan sepak bola untuk menghadiri acara ini.
Mulyono: Istighosah Kubro adalah Wujud Komitmen Agama di Kabupaten Kukar

Kegiatan istighosah ini juga sekaligus dalam rangka momen memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Desa Mulawarman tahun 2023. Kepala Desa Mulawarman, Mulyono, mengungkapkan betapa pentingnya momen ini dalam mempererat hubungan antara warga desa serta membangun kebersamaan di tengah perbedaan.
Acara istighosah ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, Camat Tenggarong Seberang, Kepala Desa Mulawarman, unsur Pemerintah Desa dan Lembaga Mulawarman, serta MWC NU Tenggarong Seberang. Turut hadir juga tokoh ulama , KH Abdul Hanan Rois, Syuriah Pengurus Cabang NU dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Kukar, serta K H Sudiyanto Nur Habib (Kyai Muda NU) turut hadir dalam acara ini bersama dengan keluarga besar Fatayat NU Tenggarong Seberang, tokoh agama, dan masyarakat lainnya.
Akhmad Taufik Hidayat, yang mewakili Bupati Kukar, mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Desa Mulawarman dan keluarga besar NU Kecamatan Tenggarong Seberang. Ia berharap agar semangat kebersamaan dan kerukunan terus ditingkatkan di tengah perbedaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighosah Kubro di Desa Mulawarman Kecamatan Tenggarong Seberang adalah contoh nyata dari keberagaman dan solidaritas di masyarakat. Kegiatan istighosah sendiri merupakan permohonan pertolongan yang dilakukan secara berjamaah, dimulai dengan permohonan ampun kepada Allah SWT, agar diberikan keselamatan, kebaikan, dan kemudahan dalam menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan. (ADZ/ADV/DPMPD KALTIM)
Berikut Adalah Bacaan Niat Sholat Istighosah
UshallÄ« sunnatal hÄjati rak’ataini adÄ’an lillÄhi ta’ÄlÄ.
Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah karena hajat tertentu dua rakaat tunai karena Allah SWT.”
Doa Istighosah yang Biasa Dipanjatkan yang dikutip dari buku Surah Yasin Tajwid terbitan Shahih dan NU Online.
Ø¨ÙØ³Ù’م٠اللّٰه٠الرَّØÙ’مَٰن٠الرَّØÙيْمÙ
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
الÙÙŽØ§ØªÙØÙŽØ©
Ø¨ÙØ³Ù’م٠اللّٰه٠الرَّØÙ’مَٰن٠الرَّØÙيْم٠﴿١﴾ الْØÙŽÙ…ْد٠لÙلّٰه٠رَبÙÙ‘ الْعَٰلَمÙينَ ﴿٢﴾ الرَّØÙ’مَٰن٠الرَّØÙيْم٠﴿٣﴾ مَٰلÙك٠يَوْم٠الدÙّيْن٠﴿٤﴾ Ø¥Ùيَّاكَ Ù†ÙŽØ¹Ù’Ø¨ÙØ¯Ù ÙˆÙŽØ¥Ùيَّاكَ نَسْتَعÙيْن٠﴿٥﴾ اÙهْدÙنَا الصÙّرَٰطَ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’تَقÙيْمَ ﴿٦﴾ ØµÙØ±ÙŽÙ°Ø·ÙŽ Ø§Ù„ÙŽÙ‘Ø°Ùيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهÙمْ غَيْر٠الْمَغْضÙوْب٠عَلَيْهÙمْ وَلَا الضَّآلÙّيْنَ ï´¿Ù§ï´¾
Arab latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar rahmaanir rahiim. Maaliki yaumiddin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah. Dan hanya kepada Engkaulah pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat, semoga engkau kabulkan permohonan kami,”
أَسْتَغْÙÙØ±Ù ٱللّٰهَ الْعَظÙيْمَ
Astaghfirullahal’adzhiim. (3x)
Artinya: “Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
لَا ØÙŽÙˆÙ’Ù„ÙŽ وَلَا Ù‚Ùوَّةَ إلَّا Ø¨ÙØ§ للّٰه٠الْعَلÙÙŠÙÙ‘ الْعَظÙيْمÙ
Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘alayyil ‘adziim. (3x)
Artinya: “Tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah,”
أللَّهÙÙ…ÙŽÙ‘ صَلÙّي عَلَى سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù ÙˆÙŽØ¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ آل٠سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù
Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad (x3)
“Ya Allah. Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya,”
لَا إلهَ إلَّا أنْتَ Ø³ÙØ¨Ù’ØÙŽØ§Ù†ÙŽÙƒÙŽ Ø¥Ù†Ùّي ÙƒÙنْت٠مÙÙ†ÙŽ الظَّالÙÙ…Ùيْنَ
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin (40x)
Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat zalim,”
يَا اَللّٰه٠يَا قَدÙيْمÙ
Yaa Allah Yaa Qodiim. (33x)
Artinya: “Wahai Allah, wahai Dzat yang ada tanpa permulaan,”
يَا سَمÙيْع٠يَا بَصÙيْرÙ
Yaa Samii’u Yaa Bashiir (33x)
Artinya: “Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat,”
يَا Ù…ÙØ¨Ù’Ø¯ÙØ¹Ù يَا خَالÙÙ‚Ù
Yaa Mubdi’u Yaa Khooliqu (33x)
Artinya: “Wahai Dzat yang mewujudkan sesuatu dari tidak ada, wahai Dzat Yang Maha Pencipta,”
يَا ØÙŽÙÙيْظ٠يَا نَصÙيْر٠يَا ÙˆÙŽÙƒÙيْل٠ياَ اللّٰهÙ
Yaa Haafidzu Yaa Nashiiru Yaa Wakiilu Yaa Allah (33x)
Artinya: “Wahai Dzat yang memelihara dari keburukan dan kebinasaan, wahai Dzat Yang Maha Menolong, wahai Dzat yang menjamin rizki para hamba dan mengetahui kesulitan-kesulitan hamba, ya Allah,”
يَا ØÙŽÙŠÙÙ‘ يَا Ù‚ÙŽÙŠÙÙ‘ÙˆÙ’Ù…Ù Ø¨ÙØ±ÙŽØÙ’Ù…ÙŽØªÙÙƒÙŽ أَسْتَغÙيْثÙ
Yaa Hayyu Yaa Qoyyuumu birohmatika astaghiitsu (33x)
Artinya: “Wahai Dzat Yang Hidup, yang terus menerus mengurus makhluknya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-Mu,”
يَا Ù„ÙŽØ·ÙيْÙÙ
Yaa Lathiif (41x)
Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,”
أسْتَغْÙÙØ±Ù اللّٰهَ الْعَظÙيْمَ إنَّه٠كَانَ غَÙَّارًا
Astaghfirullaahal ‘adziim innahu kaana ghoffaaroo (33x)
Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, sungguh Allah Dzat Yang Maha Pengampun,”
أللَّهÙÙ…ÙŽÙ‘ صَلÙّي عَلَى سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù Ù‚ÙŽØ¯Ù’ ضَاقَتْ ØÙيْلَتÙÙŠ أدْرÙكْنÙÙŠ يَا اَللّٰه٠يَا اَللّٰه٠يَا اَللّٰهÙ
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin qod dhooqot hiilatii adriknii, Ya Allah Ya Allah Ya Allah
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sungguh telah habis daya dan upayaku maka tolonglah kami, Ya Allah Ya Allah Ya Allah,”
أللّهÙÙ…ÙŽÙ‘ صَلÙّي صَلَاةً كَامÙلَةً وَسَلÙّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù Ø§Ù„ÙŽÙ‘Ø°ÙÙŠ تَنْØÙŽÙ„ÙÙ‘ بÙه٠الْعÙقَد٠وَتَنْÙÙŽØ±ÙØ¬Ù بÙÙ‡Ù Ø§Ù„Ù’ÙƒÙØ±ÙŽØ¨Ù وَتÙقْضَى بÙه٠الْØÙŽÙˆÙŽØ§Ø¦Ùج٠وَتÙنَال٠بÙÙ‡Ù Ø§Ù„Ø±ÙŽÙ‘ØºÙŽØ§Ø¦ÙØ¨Ù ÙˆÙŽØÙسْن٠الْخَوَاتÙÙ…Ù ÙˆÙŽÙŠÙØ³Ù’تَسْقَى الْغَمَام٠بÙوَجْهÙه٠الْكَرÙيْم٠وَعَلٰى آلÙه٠وَصَØÙ’بÙÙ‡Ù ÙÙيْ ÙƒÙÙ„ÙÙ‘ لَمْØÙŽØ©Ù ÙˆÙŽÙ†ÙŽÙÙŽØ³Ù Ø¨ÙØ¹ÙŽØ¯ÙŽØ¯Ù ÙƒÙÙ„ÙÙ‘ مَعْلÙوْم٠لَكَ
Arab latin: Allahumma Sholi Sholaatan Kaamilatan Wasallim Salaaman Taamman ‘Alaa Sayyidina Muhammadinil Ladzii Tanhallu Bihil ‘Uqodu Wa Tanfariju Bihil Kurobu Wa Tuqdhoo Bihil Hawaa-Iju Wa Tunaalu Bihir-Roghoo-Ibu Wa Husnul Khowaatimi Wa Yustasqol Ghomaamu Bi Wajhihil Kariimi Wa ‘Alaa Aalihii Wa Shohbihii Fii Kulli Lamhatin Wa Nafasin Bi ‘Adadi Kulli Ma’Luumin Laka.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau,”
يَا بَدÙيْعÙ
Yaa badii’u (41x)
Artinya: “Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya,”
ØÙŽØ³Ù’بÙنَا Ø§Ù„Ù„Ù‘Ù°Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ†ÙØ¹Ù’Ù…ÙŽ الْوَكÙيْلÙ
Hasbunallahu wani’mal wakiil (33x)
Artinya: “Cukup bagi kami Allah, dan Dia sebaik-baik penolong,”


