25 C
Samarinda
Kalimantan TimurMuara Enggelam, Desa di Kaltim yang Melarang Illegal Fishing

Muara Enggelam, Desa di Kaltim yang Melarang Illegal Fishing

Kutai Kartanegara, JURNALKALTIM.COM – Praktek Illegal Fishing menjadi perhatian Desa Muara Enggelam. Muara Enggelam adalah sebuah desa yang Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara yang terletak di tengah Danau Melintang. Desa ini memiliki potensi luar biasa dalam sektor perikanan karena terletak di tepi muara sungai yang subur. Namun, yang membuat Muara Enggelam begitu istimewa adalah tekadnya untuk memberantas praktek illegal fishing di wilayahnya.

Maraknya Illegal Fishing di Muara Enggelam 

Madi, Kepala Desa Muara Enggelam, mengatakan bahwa sektor perikanan menjadi mata pencaharian utama bagi warga desa. “Nelayan kami penghasilannya tergantung musim, kalau musim kemarau hasil ikannya melimpah dan kalau musim hujan ikan agak kurang,” jelas Madi. Tidak mengherankan, karena Muara Enggelam memang seluruhnya berada di atas air, bahkan disebut juga sebagai “desa tanpa daratan”. 

muara enggelam
Muara Enggelam, Desa di Kaltim yang Mendukung Konservasi Perikanan

Mulai dari jenis ikan jelawat, kendia, baung, haruan, dan biawan dapat ditemukan di perairan Muara Enggelam. Madi mengatakan penjualan ikan nantinya akan diserahkan warga kepada pengepul kemudian dikirim ke Tenggarong dan Samarinda. Sedangkan untuk produk ikan asin sudah dipasarkan hingga menembus ke luar daerah seperti Jakarta dan Bandung.

Oleh sebab itu, potensi perikanan perlu ditingkatkan lagi dengan penekanan illegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal. Aksi illegal fishing menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh warga desa saat ini. Praktek penangkapan ilegal tengah marak dan sangat meresahkan warga karena oknum-oknum tersebut ingin menguasai sendiri dan tidak mau berbagi dengan nelayan lain. 

Dampak Illegal Fishing

Berikut ini beberapa dampak terjadinya aksi penangkapan ikan secara ilegal:

  1. Merusak kelestarian perikanan

Sumber daya ikan di Indonesia baik air laut maupun air tawar sangatlah melimpah,  namun tetap harus dilestarikan. Apabila terus menerus dieksploitasi dengan cara-cara yang merusak, maka beberapa tahun ke depan stok ikan di perairan Indonesia bisa berkurang drastis. Dengan adanya praktek illegal fishing, maka hasil tangkapan tidak bisa terdeteksi baik dari segi jenis, ukuran, maupun jumlahnya.

2. Berkurangnya pendapatan nelayan 

Oknum nelayan yang “serakah” tidak peduli dengan nelayan lain yang juga membutuhkan ikan-ikan demi memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Berkurangnya pendapatan bagi nelayan lain akan mengakibatkan kesenjangan ekonomi yang semakin lebar.

3. Merusak lingkungan dan ekosistem 

Sesuai namanya, illegal fishing merupakan penangkapan ikan yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku, termasuk ketentuan dalam penggunaan alat tangkap yang dianjurkan. Penangkapan ikan dengan cara pengeboman atau dengan racun menimbulkan efek negatif jangka panjang bagi lingkungan dan ekosistem perairan. Seperti punahnya populasi ikan, rusaknya terumbu karang, dan kualitas air yang buruk.

Sosialisasi Konservasi Perikanan di Muara Enggelam

Muara Enggelam tengah mensosialisasikan konservasi perikanan atau metode penangkapan ikan ramah lingkungan. Sosialisasi tersebut menunjukkan komitmen dari Pemerintah Desa untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan tanpa merusak ekosistem.

Pemerintah setempat bersama-sama dengan masyarakat desa telah mendirikan kawasan konservasi perikanan di sekitar Muara Enggelam. Kawasan ini dilindungi dengan ketat dan merupakan tempat perlindungan bagi spesies ikan dan kehidupan air lainnya. Melalui upaya kolaboratif ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang ramah bagi keberlangsungan hayati perikanan di jangka panjang.

Masyarakat yang aktif terlibat dalam kegiatan konservasi perikanan bahkan ikut mendukung penelitian ilmiah dalam memahami perilaku ikan. Selain itu, mereka juga melakukan kegiatan pembersihan danau secara rutin untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Kebijakan ketat terkait penangkapan ikan terus digaungkan agar masyarakat desa terbiasa dalam menggunakan metode penangkapan ikan ramah lingkungan. Tujuannya tentu saja untuk menjaga populasi ikan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan perairan. Program-program pendidikan dan pelatihan diselenggarakan secara teratur demi meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Selain mendukung pelestarian lingkungan, konservasi perikanan juga akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi lokal. Dengan menjaga keberlanjutan sumber daya alam, desa ini menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakatnya. Nelayan bisa terus mencari nafkah dengan mencari ikan, sedangkan sektor pariwisata juga terjaga karena lingkungan yang tetap asri.

Desa Muara Enggelam adalah contoh nyata bagaimana sebuah desa dapat berperan aktif dalam mendukung konservasi perikanan dan pemberantasan illegal fishing. Dengan tekad dan kerja keras, masyarakat desa patut diapresiasi dalam mewujudkan lingkungan yang lestari, menjaga keindahan alam, dan memberikan manfaat ekonomi. Semangat dan kolaborasi seperti ini harus dijadikan panutan oleh desa-desa lain di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More