
Samarinda, JURNALKALTIM.com –Â Kecamatan Anggana yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berdampingan dengan pusat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mengambil peran penting terhadap proses pembangunan IKN. Hal ini karena kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah yang dimilki Kecamatan Anggana berpotensi untuk menyediakan sumber pangan dan menyokong perkembangan ekonomi secara berkelanjutan di kawasan tersebut.
Peran Aktif Kecamatan Anggana Dalam Pembangunan IKN

Sumber : kimanggana
Salah satu wilayah yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yaitu Kecamatan Anggana memang memiliki jarak yang cukup dekat dengan pusat pembangunan IKN di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan keadaan ini, Rendra Abadi yang merupakan Camat Anggana menilai bahwa hal ini menandakan Kecamatan Anggana memiliki potensi besar untuk kedepannya dapat berkontribusi secara langsung dalam proses pembangunan IKN di kawasan tersebut.
Jika ditilik dari besaran luas wilayah yang dimiliki oleh Kecamatan Anggana, kecamatan ini dianggap sangat ideal untuk memiliki peran penting sebagai mitra IKN secara aktif. Terlebih lagi, Kecamatan Anggana memiliki potensi untuk mendukung perkembangan IKN di berbagai sektor yang menjadi andalan di kecamatan tersebut. Seperti yang sudah diketahui, bahwa Anggana merupakan kecamatan yang kaya akan sumber daya alam yang dapat diberdayakan.
Rendra Abadi mengungkapkan bahwa jarak wilayah Kecamatan Anggana yang dekat dengan pusat pembangunan IKN membuat Kecamatan Anggana juga harus mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan dan transisi untuk memasuki IKN. Dimana Kecamatan Anggana ini juga untuk sekarang sedang mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk menyambut apa-apa saja yang menjadi keperluan di IKN pada masa mendatang.
Pada saat diwawancarai oleh para awak media melalui sambungan suara di hari Sabtu siang, 28 Oktober 2023, Rendra Abadi berharap nantinya kedepannya Kecamatan Anggana ini akan mampu mendorong perkembangan kabupaten lain untuk turut berkontribusi dalam mengemban tugas sebagai mitra pangan IKN. Hal tersebut juga ditolong dengan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah yang dimiliki oleh Kecamatan Anggana.
“Sektor utama di Kecamatan Anggana ini banyak, ada perikanan, perkebunan dan pertanian,” ungkap Rendra.
Dengan demikian, Rendra terus mengupayakan kecamatan pimpinannya akan terus berupaya dalam memberikan bantuan penyediaan pangan di wilayah IKN. Kecamatan Anggana ternyata telah memiliki ambisi besar untuk dapat berperan aktif dalam memberikan kontribusi terbaiknya dalam menyanggah IKN. Komitmen terhadap peran aktif ini ditunjukkan dengan memberikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi yang berkesinambungan dan terus menerus di kawasan wilayah tersebut.
“Kedepannya sebagai mitra IKN, untuk urusan pengadaan pangan, pihak kami dapat berperan aktif,” tutup Rendra.
Mitra Kerja IKN Dan Dukung Perekonomian Daerah
Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kecamatan yang terletak di kawasan Delta Mahakam ini menjadi salah satu wilayah yang dijadikan sebagai sektor penting untuk mendorong perekonomian daerah. Kecamatan ini juga berpotensi besar di sektor perikanan, terutama dalam bisnis budidaya udang. Sehingga sudah menjadi rahasia umum bahwa Anggana merupakan lumbung ekspor udang dari Provinsi Kalimantan Timur hingga dapat menembus pasar mancanegara.
Sehingga dengan keunggulan limpahan sumber daya alamnya, daerah yang terkenal sebagai salah satu situs prasejarah kesultanan Kutai ini, memiliki potensi untuk dijadikan sebagai mitra kerja khususnya sebagai pemasok dalam sektor pangan sehingga menjamin ketahanan pangan di wilayah IKN.
Anggana turut memiliki limpahan sumber daya di sektor perkebunan dan sektor pertanian yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Hal tersebut dibuktikan dengan luas daerah yang dimiliki yaitu kurang lebih 1,798,80 km2. Sehingga pemerintah daerah Anggana telah memiliki komitmen untuk terus mendukung para masyarakatnya untuk dapat meningkatkan pendapatan dalam sektor pertanian. Sehingga menjadi salah satu bentuk peluang usaha yang diyakini dapat memberikan peningkatan kesejahteraan para petani.
Dengan demikian, program pembangunan dalam sektor pertanian secara berkelanjutan akan terus menerus diupayakan. Dimana pembangunan yang dimaksud bukan hanya dalam bentuk fisik seperti infrastruktur dan sarana-prasarana, namun juga mengembangkan sumber daya manusia pengolah lahan pertanian yaitu dalam hal ini adalah petani. Salah satu bentuk upayanya adalah memberikan kegiatan penyuluhan pertanian yang diusung oleh Dinas Pertanian dan Peternakan melalui unit pelayanan teknis.

