Kutai Kartanegara, Jurnalkaltim.com – Puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XX tingkat Provinsi Kaltim tahun 2023 semakin dekat, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah memulai serangkaian persiapan yang matang. Rencana perhelatan ini akan berlangsung pada 18 dan 19 Oktober mendatang di Kecamatan Muara Badak, Kukar.
BBGRM XX 2023: Kukar Siap Jadi Tuan Rumah, Persiapan dalam Tahap Intensif
Sebagai bagian dari persiapan BBGRM XX 2023, Dewan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim telah aktif terlibat untuk memastikan bahwa acara tersebut berjalan dengan sukses. Salah satu tugas utama DPMPD adalah memfasilitasi kehadiran Gubernur Kaltim beserta rombongan dalam acara ini.
Asri Intan Nirwany, Kasubbag Umum DPMPD Kaltim, mengungkapkan, “Terkait poin satu fasilitasi gubernur dan rombongan hadir kita sudah komunikasi untuk memasukkan kegiatan ke dalam agenda Pak Pj Gubernur Kaltim. Tinggal menunggu informasi kepastian kesediaan beliau hadir”
Selain itu, DPMPD Kaltim juga bertanggung jawab untuk memfasilitasi undangan Bupati, DPMD, dan LPM se Kaltim. Mereka juga akan memimpin acara rapat koordinasi, membantu dalam pengadaan bibit pohon, serta memfasilitasi surat edaran gotong royong serentak se Kaltim. Asri memastikan bahwa mereka siap untuk mengkoordinasikan dan mempersiapkan segala hal yang menjadi tugas dan tanggung jawab DPMPD Kaltim.

Kepala DPMD Kutai Kartanegara, Arianto, menjelaskan bahwa tujuan dari rapat persiapan BBGRM XX 2023 ini adalah untuk memastikan semua pihak, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten, dapat bersinergi dan saling membantu dalam menyukseskan kegiatan BBGRM ini.
Rencananya, kegiatan BBGRM XX 2023 akan dimulai dengan Rapat Koordinasi Dinas PMD dan LPM se Kaltim, serta Musda LPM se Kaltim pada 18 Oktober 2023. Sedangkan pada puncak peringatan BBGRM XX, yang akan dilaksanakan pada 19 Oktober 2023, acara akan diawali dengan seremoni puncak BBGRM, pameran produk unggulan desa dan kecamatan setempat, kegiatan bersih-bersih lingkungan dan gotong royong serentak di seluruh Kabupaten se Kaltim, penanaman pohon penghijauan, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga pertunjukan seni daerah.
Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung di Kecamatan Muara Badak, yang dipilih sebagai tuan rumah karena Desa Badak Baru berhasil meraih gelar pemenang lomba BBGRM tingkat Kukar, sementara Desa Salo Palai menjadi Juara Lomba Desa tingkat Provinsi Kaltim.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan DPMPD Kaltim bersama-sama memastikan bahwa persiapan ini berjalan lancar, dan mereka berharap peringatan BBGRM XX 2023 akan menjadi momen yang sukses dan bermakna bagi masyarakat Kaltim.
Kukar Serentak Laksanakan BBGRM Tahun 2023 di 193 Desa dan 44 Kelurahan
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali merayakan semangat gotong royong melalui peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XX. Kegiatan yang serentak dilaksanakan di 193 desa dan 44 kelurahan selama sebulan ini menjadi wujud nyata dari nilai luhur gotong royong yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Kukar.
Peringatan BBGRM XX 2023 ini resmi dimulai pada Kamis, 4 Mei 2023, dengan tindakan pelepasan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah. Kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong.
Tema yang diusung dalam BBGRM tahun ini adalah “Wujudkan Kukar Idaman Melalui Semangat Betulungan Etam Bisa Sebagai Implementasi Nilai Luhur Gotong Royong.” Sebuah tema yang menggarisbawahi semangat kerjasama dan kebersamaan dalam menjalankan gotong royong, yang merupakan warisan budaya luhur.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, turut serta memantau langsung kegiatan BBGRM di berbagai titik, salah satunya adalah Kecamatan Kota Bangun. Di sana, kurang lebih 800 warga aktif bergotong royong, mengesampingkan perbedaan untuk menciptakan perubahan positif dalam lingkungan mereka.
Edi Damansyah mengungkapkan apresiasinya atas semangat dan kekompakan warga Kota Bangun dalam menjaga budaya gotong royong sebagai tradisi masyarakat Kukar. Dalam kata-katanya, dia menekankan pentingnya menjaga dan mewariskan tradisi ini kepada generasi selanjutnya.
Peringatan BBGRM bukan hanya sebuah acara seremonial, tetapi juga merupakan upaya pemerintah dalam menjaga tradisi, budaya, dan kekuatan bangsa Indonesia, khususnya dalam hal gotong royong.
Peringatan BBGRM XX 2023 di Kukar menjadi sebuah ajang yang mempersatukan seluruh komunitas, mengingatkan pentingnya gotong royong sebagai elemen utama dalam membangun kebersamaan, dan memelihara nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam semangat gotong royong, masyarakat Kukar terus memperkuat fondasi solidaritas dan kebersamaan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.(ADZ/ADV/DPMPD KALTIM)


