Kutai Kartanegara, JURNALKALTIM.com – Menindaklanjuti program RBPK, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara simbolis menyerahkan bantuan berupa WC individual dan bedah rumah bagi masyarakat. Upaya ini pun dilakukan sebagai langkah menuju pengentasan kemiskinan sekaligus merealisasikan program dedikasi Kukar Idaman.
Pemkab Kukar Minta Warga untuk Terbiasa Menggunakan WC Individual

Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara memberikan bantuan kepada warga dalam rangka mengatasi angka kemiskinan. Bantuan itu pun dikemas melalui sebuah wadah berupa program aplikasi Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK) yang mana menjadi bagian dari dedikasi Kukar Idaman.
Adapun, bantuan yang dimaksud yaitu berupa WC individual dan bedah rumah bagi masyarakat. Dengan dilakukannya program tersebut, Pemkab Kukar berharap agar pihaknya mampu mengatasi isu kemiskinan secara bertahap dan berkelanjutan.
Dihadiri langsung oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, acara penyerahan bantuan pun dilakukan secara simbolis di Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, tepatnya di Lapangan Voli Desa Embalut, Bupati Kukar nampak memberikan bantuan rumah kepada warga yang menjadi sasaran dalam Program Bedah Rumah.
“Dengan adanya bantuan pembangunan WC individual dan serah terima bangunan program bedah rumah ini, bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di (Desa) Embalut. Dengan begitu tingkat kemiskinan di Kukar ini bisa berkurang,” ungkap Bupati Kukar, Edi Damansyah.
Lebih lanjut, Edi berpesan kepada para penerima manfaat agar bantuan yang diperolehnya dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain melarang warga untuk tidak lagi menggunakan jamban di sekitar sungai Mahakam, Edi juga menghimbau warga penerima bedah rumah untuk merawat huniannya dengan baik.
“Kami berharap agar warga dapat membiasakan diri menggunakan wc individual ini, sehingga kita dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Program ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membimbing warga agar dapat memanfaatkannya secara optimal,” ucap Edi Damansyah.
Pada kesempatan itu, Bupati Kukar juga turut memberikan himbauan kepada pemimpin kecamatan maupun desa untuk kembali menginventarisir bangunan bedah rumah yang yang sudah diselesaikan dan mana yang belum. Tujuannya adalah, untuk memaksimalkan program bantuan agar segera menjadi bangunan layak huni.
“Disperkim bersama camat maupun kades agar inventarisir kembali, dilihat dari dokumentasi masih ada yang kurang rampung secara keseluruhan dan mungkin nanti bisa dimasukkan pada tahap berikutnya. Sehingga nanti rumah tersebut masuk dalam rumah layak huni,” pinta Edi.
Program RBPK Kukar Bangun Kolaborasi dengan Dunia Usaha
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tengah difokuskan kepada persoalan terkait kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran. Beragam upaya pun telah dilakukannya guna menekan angka persoalan tersebut, salah satunya yakni dengan menggelar kolaborasi sosial bersama pihak perusahaan.
Adapun, kolaborasi tersebut telah disusun dalam sebuah inovasi berupa aplikasi program RBPK, yang mana menjadi rujukan pula bagi program bantuan bedah rumah dan WC individual yang dilakukan belum lama ini.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono, tantangan besar di Kukar yang meliputi kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran dapat diatasi dengan melibatkan tanggung jawab sosial dari pihak perusahaan, salah satunya yakni berupa Corporate Social Responsibility (CSR).
“Tiga tantangan besar tersebut menjadi mata rantai yang saling terkait dan harus dipecahkan, pemerintah tak bisa sendiri untuk itu perlu peran berbagi pihak termasuk perusahaan,†ungkapnya.
Sunggono memaparkan, bahwa hingga saat ini CSR yang dimiliki perusahaan masih bersifat sporadis, belum fokus dan terintegrasi. Untuk itu dengan adanya program RBPK, pihaknya berkomitmen untuk menciptakan CSR yang fokus, bertahap, dan berkelanjutan.
“Kami punya data valid siapa sasarannya, apa manfaatnya, dan bagaimana tindak lanjutnya. Data itu berdasarkan nama dan alamat. Jadi, program CSR harus sesuai dengan road map yang jelas,†ujar Sekretaris Daerah (Sekda), Sunggono.(ADZ/ADV/DPMPD KALTIM)


