23.2 C
Samarinda
Kalimantan TimurInfrastruktur Konektivitas di Kota Balikpapan Peningkat Aksesibilitas

Infrastruktur Konektivitas di Kota Balikpapan Peningkat Aksesibilitas

banner diskominfo kaltim

Samarinda, JURNALKALTIM.com – Sebagai daerah penyangga IKN, Pj Gubernur Akmal Malik mendukung adanya pembangunan infrastruktur konektivitas wilayah Kota Balikpapan, terutama dalam membangun jembatan Kota Balikpapan – Kabupaten Penajam Paser Utara. Hal tersebut dinilai perlu dilakukan untuk membuka dan meningkatkan aksesibilitas ke daerah di sekitarnya agar tidak terjadi lonjakan penduduk.

Infrastruktur Konektivitas Sebagai Antisipasi Lonjakan Penduduk

Kota Balikpapan merupakan salah satu daerah penyangga utama pusat pemerintahan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kawasan Kantor Staf Presiden. Oleh sebab itu, sebagai daerah penyangga, Kota Balikpapan memerlukan beberapa perbaikan yang dilakukan dengan sesegera mungkin. Perbaikan tersebut perlu dilakukan terutama setelah selesainya pembangunan infrastruktur konektivitas wilayah seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan yang layak dan memadai untuk mendukung pembangunan daerah inti pemerintahan IKN.

Pembangunan daerah inti pemerintahan IKN ini bukan hanya sekedar sebuah agenda untuk memindahkan pembangunan kota dan gedung-gedung sebagai pusat pemerintahan saja. Melainkan pula suatu pembangunan untuk merencanakan pusat perkotaan yang lebih modern dengan menggunakan prinsip IKN Nusantara untuk dijadikan sebagai suatu Future Smart Forest City of Indonesia.

Hal tersebut merupakan pernyataan yang disampaikan secara tegas oleh Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Akmal Malik. Pernyataan tersebut sembari memberikan penekanan terhadap pentingnya untuk menangani dan mengatasi adanya lonjakan atau peningkatan jumlah penduduk di kota yang dijuluki sebagai Kota Minyak, yaitu daerah penghasil minyak dengan kualitas baik dan jumlah yang banyak.

infrastruktur konektivitas
Pj Gubernur Akmal Malik

“Ini sudah terlihat dari penuhnya hotel, keterisian rental kendaraan, dan padatnya lalu lintas,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu, pada saat pelaksanaan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pemerintah Daerah Tahun 2023 di Kota Balikpapan, Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah penduduk di Kota Balikpapan sudah mulai terlihat dari adanya kondisi hotel yang sering terisi penuh, rental kendaraan yang selalu dipadati penumpang, dan kepadatan lalu lintas di jalan raya.

Lebih dari itu, Pj Gubernur Akmal Malik mengungkapkan bahwa Kota Balikpapan memerlukan adanya pembukaan akses dan pengadaan layanan yang menuju ke arah daerah-daerah lain yang berada di sekitarnya seperti ke Kota Samarinda, Kabupaten Paser, beserta sejumlah daerah sekitar yang lainnya.

Dengan berdasarkan keadaan tersebut, Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik memberikan dukungan terhadap berbagai upaya yang dapat dilakukan agar Kabupaten Penajem Paser Utara dapat membuka diri kepada daerah-daerah di sekitarnya dengan mengupayakan adanya pembangunan kawasan mandiri. Kawasan mandiri yang dimaksud tersebut seperti pada Desa Maridan, Desa Rico, Desa Petung, Kecamatan Waru, Kecamatan Babulu, dan beberapa kawasan mandiri lainnya.

Pembukaan Akses Antar Daerah Melalui Infrastruktur Konektivitas Wilayah

Lebih lanjut, Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengungkapkan bahwa salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan melakukan pembangunan infrastruktur konektivitas wilayah yaitu pembuatan jembatan yang menghubungkan antara Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Hal ini untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas barang dan orang, mengingat ketersediaan akses yang ada selama ini hanya melalui Pelabuhan Kariangau dengan menggunakan Kapal Ferry.

Kemudian Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik memberikan penekanan terhadap pentingnya infrastruktur konektivitas untuk membangun suatu pembukaan akses dari Kota Balikpapan ke beberapa daerah penyangga IKN lain di sekitarnya. Hal ini dijadikan sebagai langkah antisipasi terhadap adanya lonjakan jumlah penduduk di Kota Balikpapan.

Yang ingin ditegaskan oleh Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik adalah tujuan pembangunan jembatan sebagai infrastruktur konektivitas bukanlah untuk membangun IKN secara khusus, akan tetapi lebih kepada untuk menghindari Kota Balikpapan mengalami kepenuhan penduduk atau bahkan “meledak”.

Beliau turut meminta kepada pemerintah daerah untuk membuka titik-titik wilayah yang menjadi bottleneck kepadatan penduduk. Dan mencatat bahwa urgensi pembangunan infrastruktur konektivitas wilayah dalam bentuk jembatan Kota Balikpapan – Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan langkah awal yang ditempuh dengan meminimalisir kerumitan dan diwacanakan sesegera mungkin.

Peningkatan aksesibilitas ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan beberapa daerah lainnya juga harus diupayakan pembangunannya agar lebih layak dan representatif. Hal ini dilakukan agar dapat mengatasi adanya pertumbuhan penduduk secara signifikan apabila jembatan tersebut selesai dibangun. (ADV/EL/DISKOMINFOKALTIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More