25.3 C
Samarinda
Kalimantan TimurGuna Topang Ketahanan Pangan di IKN, Samboja Barat Fokus Pembangunan Sektor Pertanian

Guna Topang Ketahanan Pangan di IKN, Samboja Barat Fokus Pembangunan Sektor Pertanian

Kutai Kartanegara, Jurnalkaltim.com – Pemerintah Kecamatan Samboja Barat Kutai Kartanegara Timur terus menggali potensi melalui program pembangunan sektor pertanian. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan diri menjadi wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN).

Pengembangan Kualitas SDM Masih Menjadi Kendala

Burhanuddin selaku Camat Samboja Barat mengaku, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN Setia P Lenggono. Karena itu pihaknya bakal mendorong masyarakat terutama Gapoktan mempersiapkan kualitas SDM yang bergelut di sektor pertanian dalam arti luas.

“Saat ini kami cukup intens melakukan komunikasi dengan direktur di Otorita IKN. Bahkan seharusnya bulan ini kita ada expo pangan” papar Burhanuddin.

Untuk menggali potensi tersebut, kata dia, beberapa perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Kukar sudah melakukan penelitian untuk menganalisis dampak sosial ekonomi masyarakat pada sektor pertanian, perkebunan dan kelautan di Samboja Barat.

pembangunan sektor pertanian, Samboja Jadi Penyanggah IKN
Camat Samboja Barat, Burhanuddin
Foto : Istimewa

“Ini memang kami dorong untuk membantu pembangunan sektor pertanian dalam arti luas, karena kami masih terhambat di pengembangan dan pendekatan SDM yang terbatas” ujarnya

Belum lama ini, Burhanuddin menyoroti potensi timun yang hasilnya sangat menjanjikan. Dalam satu bulan, para petani dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp 100 juta. Tidak hanya itu, wilayah Samboja Barat juga memiliki potensi tanaman hidroponik yang bahkan sudah di suplai di Kota Balikpapan.

Dirinya juga menambahkan, pihaknya akan terus mendorong untuk mengembangkan sektor pertanian dalam arti luas. Untuk menyuplai ketahanan pangan di IKN, pihaknya cukup siap.

Perlu diketahui, Kutai Kartanegara siap menjadi lumbung pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena, saat ini sudah tersedia 31.358 hektare lahan pertanian. Upaya Pemkab Kukar khususnya di kecamatan Samboja Barat menjadi daerah penyangga pangan IKN pun disambut positif oleh Otorita IKN.

Pihak Otorita IKN mengapresiasi komitmen Pemkab Kukar yang siap mendukung ketahanan pangan di wilayah IKN. Bahkan, untuk kedepannya akan ada kerjasama antara pemkab dengan Otorita IKN terkait pembangunan sektor pertanian.

Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setya P Lenggono menyampaikan, kebutuhan pangan masyarakat IKN tidak mungkin dapat dipenuhi dari Sepaku, Penajam Paser Utara sendiri.

Menurutnya, daerah sekitar IKN nantinya yang akan punya peran besar dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat IKN Nusantara.

Upaya untuk Pembangunan Sektor Pertanian di Indonesia

Pertanian menjadi salah satu sektor penting dalam sistem perekonomian di Indonesia. Kondisi iklim dan sumber daya alam yang mendukung juga membuat pertanian di Indonesia mengalami kemajuan.

Pertanyaan mengenai sejauh mana pembangunan sektor pertanian Indonesia tentu bisa dijawab dengan bangga. Indonesia bisa tampil percaya diri dihadapan masyarakat dunia karena memiliki pertanian yang mulai berkembang kearah yang lebih baik.

Hingga tahun 2021, sektor pertanian mengalami pertumbuhan sekitar 1,84 persen dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional hingga sebesar 13,28 persen

Pada pertengahan 2022, sektor pertanian juga menunjukkan pertumbuhan positif 1.37 persen dan memiliki kontribusi 12, 98 persen terhadap perekonomian nasional.

Dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia memang menjadi isu penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pertani. Berikut adalah langkah yang diambil untuk membangun pertanian di Indonesia 

  1. Peningkatan Infrastruktur
    Pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, seperti jalan, irigasi dan gudang penyimpanan telah menjadi prioritas untuk memudahkan akses petani ke pasar dan sumber daya.
  2. Diversifikasi Tanaman
    Pemerintah mendukung diversifikasi tanaman untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu. Program – program seperti “Pangan, Energi dan Air” telah diperkenalkan untuk mendorong pertanian yang berkelanjutan dan beragam.
  3. Pemberdayaan Petani
    program – program pelatihan, pendidikan dan pemberdayaan petani telah diperkenalkan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam manajemen pertanian yang lebih efisien dan lebih baik.
  4. Teknologi Pertanian
    Penggunaan teknologi pertanian modern, seperti Sistem Informasi Geografis (SIG) dan perangkat lunak pertanian membantu petani mengoptimalkan produksi dan manajemen sumber daya.
  5. Kebijakan Pemerintah
    pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti subsidi pupuk, insentif pajak dan bantuan kredit untuk mendukung petani.
  6. Perlindungan Lingkungan
    Upaya juga dilakukan untuk memastikan pertanian yang berkelanjutan dengan memperhatikan dampak lingkungan.

Pembangunan sektor pertanian adalah kunci dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan taraf hidup petani di Indonesia. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, pengelolaan sumber daya dan akses pasar masih perlu diatasi.

(Adv/DiskomKukar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More