25 C
Samarinda
Kalimantan TimurFokus Tekan Angka Penderita Stunting, Kabupaten Kukar Andalkan Posyandu Kuala Samboja

Fokus Tekan Angka Penderita Stunting, Kabupaten Kukar Andalkan Posyandu Kuala Samboja

Kutai Kartanegara, Jurnalkaltim.com – Upaya Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menekan angka penderita stunting tidaklah main – main. Demi menekan angka penderita stunting, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menjadikan Posyandu Kuala Samboja sebagai salah satu pusat sorotan dalam upaya penanggulangan penyakit stunting.

Posyandu Percontohan Kuala Samboja Fokus Menekan Angka Penderita Stunting

Pihak posyandu Kuala Samboja merasa bangga dan senang telah terpilih sebagai salah satu posyandu percontohan dalam upaya penanganan penyakit stunting. Selain posyandu Kuala Samboja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara juga telah menetapkan dua desa lain untuk menjadi posyandu percontohan dalam upaya penanganan stunting, yaitu posyandu Desa Giri Agung dan juga posyandu Desa Loa Janan Ulu.

Lia Rossa sebagai Ketua Posyandu Kuala Samboja menyatakan bahwa di Kelurahan Kuala Samboja sendiri masih rutin dan gencar melakukan berbagai usaha demi menekan angka penderita stunting dengan melakukan berbagai program kegiatan penanganan penyakit stunting. Program kegiatan tersebut adalah sosialisasi rutin, kontrol rutin ke rumah – rumah warga lokal serta melakukan penyuluhan terkait asupan gizi pada bayi serta balita.

Lebih lanjut, Lia Rossa turut menambahkan bahwa Kuala Samboja sebagai wilayah yang telah ditetapkan sebagai percontohan usaha penanganan penyakit stunting, stakeholder setempat juga berusaha melakukan beberapa kegiatan demi menurunkan angka stunting.

“Alhamdulillah penurunan stunting di Samboja cukup tinggi,” ucap Ketua Posyandu Kuala Samboja, Lia Rossa pada hari Jumat kemarin (10/11/2023).

Lia Rossa mengatakan dirinya mempunyai harapan bahwa dengan dilakukannya peningkatan atas fasilitas di Posyandu Kuala Samboja, para kader pun ikut berusaha sebaik mungkin untuk menekan angka penderita stunting.

“Kami berharap ruangan Posyandu ini bisa diperluas agar pelayanan terhadap bayi dan balita bisa berjalan maksimal,” harap Lia Rossa selaku Ketua Posyandu Kuala Samboja.

Sebagai informasi, ketika melakukan usaha penanganan dari angka penyakit stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara akan mengalokasikan anggaran besar sekitar Rp 170 Miliar di dalam anggaran perubahan tahun 2023.

Pada kepentingan yang sama, Martina Yulianti selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara juga berharap mampu menekan jumlah angka penderita stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara yang masih terbilang sangat tinggi. Kemunculan program yang disusun dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Kutai Kartanegara diharapkan bisa kembali menekan angka penderita stunting.

“Angka stunting saat ini sekitar 16 persen, dan Pemkab Kukar optimis bahwa angka stunting bisa ditekan hingga 10 persen,” pungkas Ketua Posyandu Kuala Samboja, Lia Rossa.

Usaha Penekanan Angka Penderita Stunting

Dilansir dari website resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyatakan pada saat ini masalah penderita stunting di Indonesia sudah tergolong kronis. Jika menurut standar World Health Organization (WHO), kualitas kesehatan masyarakat bisa disebut kronis jika angka prevalensi penderita stunting melebihi kisaran 20%. Dengan tingginya angka prevalensi dari penderita stunting secara tidak langsung juga menciptakan kerugian ekonomi.

Penderita Stunting
Fokus Tekan Angka Penderita Stunting, Kabupaten Kukar Andalkan Posyandu Kuala Samboja
Sumber : Pexels

Dalam usaha penanganan penyakit dan penderita stunting, bisa diketahui untuk menekan angka penderita stunting perlu dilakukan pemenuhan atas kebutuhan gizi pada ibu hamil, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama yang langsung dilanjutkan dengan program MPASI.

Penting juga untuk membawa balita secara rutin ke Posyandu, memenuhi kebutuhan air bersih dan juga meningkatkan kualitas kebersihan dari fasilitas sanitasi serta menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan di sekitar.

Tak lupa diperlukan juga pemberian edukasi atas kesehatan reproduksi serta gizi remaja pada remaja karena akan menjadi calon keluarga dan calon ibu kedepannya. Jika mendapatkan pemahaman yang baik maka masalah stunting pun mampu dicegah sejak dini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More