Berau, Jurnalkaltim.com – Pada lomba BBGRM 2023, Desa Tubaan yang terletak di Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, kini mencuat sebagai salah satu desa berprestasi di Kalimantan Timur. Dalam periode dua tahun, 2021 hingga 2022, Desa Tubaan berhasil menggali potensi swadaya masyarakatnya hingga mencapai nilai Rp18,79 miliar melalui kegiatan gotong royong.
BBGRM 2023 Ungkap Potensi Desa Tubaan: Hibah Tanah Warga Capai Rp15 Miliar

Pencapaian monumental ini tidak hanya menjadi sebuah kebanggaan warga setempat, namun juga mengantarkan Desa Tubaan meraih nominasi tiga besar lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat atau biasa disingkat BBGRM tingkat provinsi Kaltim. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan Kabid Pemberdayaan, Kelembagaan dan Sosial Budaya DPMPD Kaltim, Roslindawaty pada tanggal 30 September 2023, “Berkat kelebihan ini, maka Desa Tubaan masuk nominasi tiga besar lomba BBGRM 2023 tingkat provinsi.”
Dilansir dari hasil verifikasi lapangan yang dilakukan dua hari sebelumnya, empat bidang telah menjadi fokus dari hasil swadaya Desa Tubaan, yaitu bidang lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta bidang sosial budaya dan keagamaan.
Sebagian besar dari dana swadaya tersebut berasal dari hibah tanah warga. “Untuk nilai hibah tanah mencapai Rp15 miliar dalam dua tahun tersebut, yakni warga menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah dan masjid,” ujar Ros, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Verifikasi Lomba BBGRM tingkat Provinsi Kaltim.
Tak hanya itu, Desa Tubaan juga menerima berbagai bentuk swadaya lainnya, seperti bantuan perusahaan saat ada kegiatan desa, hingga bantuan masyarakat berupa barang, uang, tenaga, dan keterampilan tertentu yang selanjutnya dikonversi dalam bentuk rupiah.
Lomba BBGRM 2023 tingkat Provinsi Kaltim sendiri membagi dua kategori, yaitu desa/kampung dan kelurahan. Dari hasil verifikasi administrasi, tiga terbaik untuk kategori desa adalah Desa Badak Baru, Kampung Jambuk, dan Kampung Tubaan. Sementara untuk kategori kelurahan adalah Kelurahan Gunung Panjang, Kelurahan Muara Jawa Pesisir, dan Kelurahan Tanah Grogot.
Proses verifikasi lanjutan masih berlangsung, dimana tim penilai melakukan kunjungan ke lokasi untuk memastikan keabsahan dokumen administrasi. “Sampai hari ini sudah ada tiga desa/kelurahan yang telah kami lakukan verifikasi lapangan. Besok kami lanjutkan ke Kelurahan Muara Jawa Pesisir, dan lusa dilanjutkan ke Kutai Barat dan Paser. Setelah itu akan diumumkan juaranya,” pungkas Ros.
Selain Lomba BBGRM 2023 Kampung Tubaan Pernah Mendapat Penghargaan Sebagai “Kampung Sadar Kerukunan” di Berau
Pada tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Berau menetapkan Kampung Tubaan sebagai “Kampung Sadar Kerukunan” pertama di wilayahnya.
Keputusan ini bukanlah sebuah keputusan yang diambil tanpa pertimbangan matang. Kampung Tubaan telah dipilih sebagai pilot project atau proyek percontohan dalam menjaga persatuan dan kesatuan di masyarakat. Asisten II Setda Berau, Mansyah Kelana, mewakili Bupati Berau, secara resmi menetapkan kampung tersebut dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh jajaran pemerintahan kecamatan dan kampung.
Dalam sambutan Bupati Muharram yang dibacakan oleh Mansyah Kelana, disampaikan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Berau terhadap program pembangunan nasional di bidang keagamaan. Salah satu tujuan dari penetapan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pemahaman agama, serta memperkuat kerukunan antar umat beragama.
“Kampung Tubaan bukan hanya menjadi teladan dalam gotong royong, tetapi juga dalam memelihara kerukunan,” ujar Mansyah saat penandatanganan penetapan. “Ini menjadi sebuah prestasi yang patut kita banggakan dan diharapkan dapat menginspirasi kampung-kampung lain di Kabupaten Berau untuk mengikuti jejak yang sama.”
Keputusan penetapan ini tak lepas dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Berau dan Kementerian Agama. Diharapkan, dengan status Kampung Sadar Kerukunan, kerjasama antara pemerintah kampung, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan instansi lainnya dapat lebih meningkat untuk menjaga kerukunan yang selama ini telah terjalin.
Mansyah Kelana, dalam kapasitasnya sebagai Asisten II Setda Berau, meresmikan status baru Kampung Tubaan dengan mengungkap papan nama. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan dialog bersama perwakilan masyarakat Kampung Tubaan.
Pencapaian Kampung Tubaan baik dalam Lomba BBGRM 2023 maupun sebagai Kampung Sadar Kerukunan menunjukkan komitmen serta dedikasi yang tinggi dari masyarakat setempat dalam membangun dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, diharapkan kedepannya Kampung Tubaan dapat menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia.(ADZ/ADV/DPMPD KALTIM)


