23.2 C
Samarinda
Kalimantan TimurBuka Peluang Peserta Pelatihan, BLKI Balikpapan Ingin Atasi Pengangguran

Buka Peluang Peserta Pelatihan, BLKI Balikpapan Ingin Atasi Pengangguran

banner opd disnakertrans

Balikpapan, jurnalkaltim.com – Para peserta pelatihan bisa mengikuti kembali program yang kini sedang di dilakukan oleh UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan. Semua peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah dan upaya itu dilakukan Disnakertrans Kaltim agar bisa berkontribusi positif bagi seluruh warga Kalimantan Timur. 

Buka Peluang Peserta Pelatihan, BLKI Balikpapan Ingin Kurangi Pengangguran

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Timur secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 0,4 persen dimana sebelumnya berada di angkat 6,67 persen menjadi 6,37 persen per Februari 2023. 

Sedangkan penjabarannya, TPT yang ada di daerah perkotaan sebesar 6,64 persen. Persentase itu lebih tinggi daripada TPT yang ada di daerah pedesaan sebesar 5,78 persen. 

peserta pelatihan
Kepala UPTD BLKI Balikpapan, Suryaningsih

Meski secara agregasi ada penurunan namun setiap daerah perlu melakukan berbagai langkah konkrit. Hal itulah yang dilakukan oleh BLKI Balikpapan dimana kota ini mengadakan program pelatihan yang para pesertanya bisa dari daerah lain diluar Balikpapan.

Pelaksanaan program ini kantornya memang ada di Balikpapan tetapi upaya menjalankan setiap programnya tetap berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim. Sehingga kini cakupan untuk program peserta pelatihan bisa diikuti oleh seluruh daerah se Kalimantan Timur. 

“Kami di bawah wewenang Disnakertrans Kaltim, jadi wilayah kerja kami mencakup seluruh Kaltim,” kata Kepala UPTD BLKI Balikpapan, Suryaningsih.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh BLKI Balikpapan untuk menjaring peserta pelatihan dan kini sudah ada Penajam Paser Utara (PPU) yang menjalin kerja sama co-sharing. Konsep ini diterapkan dimana peserta pelatihan bisa dari daerah lain namun untuk biayanya ditanggung oleh BLKI Balikpapan. 

Adapun biaya yang ditanggung dilakukan pelatihan tersebut mencakup banyak hal seperti fasilitas, makan malam, sarapan, asrama, laundry dan kegiatan lain yang secara ekonomi menguntungkan para peserta. 

Suryaningsih menjelaskan jika para biaya peserta pelatihan nantinya bukan dari dana pribadi tetapi APBD daerah setempat. Misalnya peserta dari Berau maka dananya diambil dari APBD Berau setiap tahunnya. Cara ini dinilai cukup efektif bagi UPTD BLKI Balikpapan dalam menerima peserta pelatihan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. 

“Dari PPU, Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, Berau, hingga Samarinda, banyak peserta yang bergabung. Kalau di Samarinda, mungkin ada yang tidak tertampung di Balai Latihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda milik pemerintah pusat, akhirnya ikut di UPTD BLKI Balikpapan,” tutur Suryaningsih.

Semua pelatihan yang dilakukan oleh BLKI Balikpapan itu sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk kemajuan Kalimantan Timur kedepannya. Ia ingin program itu punya kualitas yang terbaik sehingga bisa memiliki dampak yang besar khususnya dalam mengurangi tingkat pengangguran di Kaltim. 

Selain pengangguran, program peserta pelatihan juga diharapkan punya kontribusi positif lain di berbagai daerah dengan cara peningkatan keterampilan dan memperluas peluang kerja bagi masyarakat Kalimantan Timur. 

“BLKI kontribusi dan dampaknya harus untuk peningkatan keterampilan dan peluang kerja masyarakat seluruh Kalimantan Timur,”tuturnya.

BLKI Balikpapan Datangkan Instruktur Profesional

Peserta pelatihan akan mendapatkan manfaat yang besar bila ditangani oleh orang yang memang ahli di bidangnya, sehingga BLKI Balikpapan berupaya mendatangkan para pengajar atau instruktur yang berkompeten di bidangnya. 

Secara umum, para instruktur yang dihadirkan memang dari kalangan BLKI dan pengajar profesional dari daerah lain. Semuanya sudah teruji kemampuannya dan semua instruktur akan terlibat di bagian operator, excavator, alat berat dan pengoperasian forklift. 

Selain dari BLKI, Suryaningsih juga melakukan kerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang hingga kini dinilai memiliki instruktur yang punya kompetensi khususnya di bidangnya. 

Dengan instruktur tersebut maka peserta pelatihan akan mendapatkan pengajaran yang lebih menekankan pada praktik, dimana teorinya hanya 30% dan praktik di lapangan sebesar 70%. Para peserta juga akan diberikan model pelatihan yang off the job training dan on the job training agar punya keterampilan dan modal dasar untuk masuk di dunia kerja nantinya. (NWL/ADV/DISNAKERTRANSKALTIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More