
Kutai Kartanegara, Jurnalkaltim.com – Pengembangan Objek Wisata Alam dan Agrowisata menjadi salah satu fokus Pemerintah Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pengembangan sektor ini sendiri menyesuaikan dengan potensi pariwisata dan alam Sumber Sari yang sangat baik. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sutarno, Kepala Desa Sumber Sari.
Pengembangan Objek Wisata Sejalan dengan Program Kukar Idaman
Sutarno menyampaikan, pengembangan objek wisata alam ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi desa. Dengan memanfaatkan potensi desa, Sutarno yakin akan ada banyak wisatawan yang berdatangan. Dan hal ini akan berimbas terhadap peningkatan perekonomian warga setempat.
Adapun dua tempat wisata yang menjadi fokus Pemerintah Desa Sumber Sari untuk dikembangkan adalah pengembangan embung wisata yang ada di RT 8 dan wisata puncak bukit biru yang terintegrasi dengan agrowisata yang terletak di RT 9 Desa Taman Arum.
Lebih lanjut, Sutarno menyampaikan wisata puncak sudah memiliki nilai ekonomis dari hasil pungutan penitipan motor. Dan untuk menunjang destinasi wisata ini, Pemdes Sumber Sari mendapat bantuan dari Dinas Pariwisata untuk membangun gazebo.
Dan perbaikan jalan dari Dinas Pekerjaan Umum. Sedangkan, dari Pemdes Sumber Sari telah menganggarkan pembuatan tangga menuju puncak dan tempat untuk berkemah hingga toilet.
Adapun pengembangan wisata embung yang ada dalam tahap persiapan. Yakni wisata dengan konsep wisata alam dan agrowisata. Dimana, di bawah embung tersebut akan ada banyak petani yang menanam sayur dengan air dari embung. Jadi, itu juga yang akan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang di Desa Sumber Sari.
“Kami berharap apa yang kami rencanakan ini bisa berjalan dengan lancar, sehingga ada dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat†harapannya.
Sutarno bilang, 2 wisata ini bakal memiliki target pengunjungnya masing – masing. Dimana wisata puncak bagi anak – anak muda dan wisata embung bisa dinikmati pengunjung di semua kalangan usia.
Sebagai informasi, pengembangan objek wisata ini sejalan dengan misi ke 3 dari “Program Kukar Idaman†yakni memperkuat pengembangan pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dalam misi ini, ada dua program yang diunggulkan untuk merealisasikan target yang dibuat, diantaraya ada Program Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F) dan Program Kukar Kreatif Idaman.
Bupati Edi Damansyah Terus Dukung Pemdes Sumber Sari
Konsisten dengan programnya, Bupati Kukar Edi Damansyah pun telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada Pokdarwis Dewi Arum yang direalisasikan belum lama ini. Bantuan itu berupa tenda camping dan sepeda lipat, yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana tambahan penunjang pariwisata Sumber Sari.
Bupati Edi memberikan semangat dan dukungannya kepada Pemerintah Desa Sumber Sari dan Pokdarwis Desi Arum, sekaligus meminta agar terus konsisten dalam pengembangan objek wisata.
“Kuncinya semangat, jalankan tugas pokok dan fungsi, tekun, terus berinovasi dan konsisten dalam mengelola potensi objek wisata yang saat ini sudah berjalan†jelasnya.
Pengembangan objek wisata merupakan upaya pada peningkatan dan memperbaiki destinasi wisata agar lebih menarik bagi pengunjung. Hal ini melibatkan pembangunan fasilitas, pemasaran destinasi, pelestarian alam dan pengembangan kegiatan wisata yang beragam.

Sumber : Pexels
Pengembangan objek wisata bertujuan untuk meningkatkan daya tarik destinasi, memberikan pengalaman positif dari wisatawan serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan di sekitar tempat wisata tersebut.
Pengembangan objek wisata melibatkan beberapa aspek, berikut beberapa contoh upaya yang dapat dilakukan :
- Infrastruktur Wisata, membangun dan meningkatkan infrastruktur seperti jalan, transportasi dan fasilitas umum untuk memudahkan akses wisatawan.
- Konservasi Alam, melibatkan program pelestarian dan pengelolaan lingkungan alam disekitar objek wisata untuk menjaga keberlanjutan destinasi.
- Pemasaran, melakukan strategi pemasaran atau promosi yang efektif untuk meningkatkan visibilitas destinasi wisata, baik melalui kampanye digital, pameran atau kerjasama dengan agen perjalanan.
- Pemberdayaan Masyarakat, melibatkan penduduk lokal dalam pengambilan keputusan dan manfaat ekonomi dari industri pariwisata, sehingga mereka merasa memiliki dan berkontribusi pada keberhasilan destinasi.
- Inovasi Teknologi, menggunakan teknologi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan, sepert aplikasi panduan wisata, sistem pemesanan online atau teknologi kecerdasan buatan untuk analisis data dan pemahaman tren.
Upaya ini dilakukan secara holistik dengan melibatkan kerjasama antara pemerintah sektor wisata dan masyarakat setempat untuk pemncapa penembbangan wisata yang berkelankitan.
(ADV/DiskomKukar)

