25 C
Samarinda
Kalimantan TimurPancing Kegiatan Ekspor, LPEI Hadirkan Pendampingan Desa

Pancing Kegiatan Ekspor, LPEI Hadirkan Pendampingan Desa

Kutai Kartanegara, Jurnalkaltim.com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau yang lebih akrab dikenal sebagai Indonesia Eximbank baru saja sukses menghadirkan pendampingan desa untuk Desa Devisa Halaban Wood Charcoal yang berada di Provinsi Kalimantan Timur.

Kehadiran Pendampingan Desa Untuk Dorong Aktivitas Ekspor

Kehadiran program pendampingan desa untuk Desa Devisa Halaban Wood Charcoal dihadiri oleh berbagai tokoh penting, dari mulai perwakilan pemerintahan, beberapa elemen masyarakat serta beberapa perwakilan pelaku usaha. Kegiatan pendampingan desa ini dilakukan di BPU (Balai Pertemuan Umum) yang berada di Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja pada hari Selasa kemarin (07/11/2023).

Perwakilan dari LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia), Maryani Saswidyanti menyatakan tujuan dari LPEI menghadirkan program pendampingan desa adalah untuk memberi berbagai jenis pelatihan khusus untuk para Bumdes (Badan Milik Usaha Desa) sekaligus ingin meningkatkan kualitas dari produk hasil produksi desa agar sesuai dengan standar internasional.

Pendampingan Desa
Pancing Kegiatan Ekspor, LPEI Hadirkan Pendampingan Desa

Lebih lanjut, Maryani Saswidyanti juga menyatakan bahwa LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) akan turut memberikan materi bimbingan serta pelatihan supaya produk – produk hasil produksi Desa dapat dan layak untuk dipasarkan ke luar negeri. Jika tujuan ini bisa tercapai, maka LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) secara langsung berperan aktif dalam peningkatan reputasi eksportir negara Indonesia pada panggung global.

“Layanan yang diberikan oleh LPEI termasuk memberikan konsultasi bagi UMKM yang belum memiliki pengalaman dalam mengekspor barang ke luar negeri. Kami akan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada UMKM, Koperasi, dan Bumdes yang masih kurang familiar dengan proses ekspor,” ungkap Maryani Saswidyanti selaku perwakilan dari LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) beberapa hari lalu.

Sebagai informasi, Desa Devisa merupakan program pemberdayaan komunitas dari mulai koperasi, pengrajin, petani ataupun pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang telah memiliki produk unggulan untuk diekspor.

Tercatat sampai pada saat ini, LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) sudah mendampingi total 134 Desa Devisa dan menghasilkan total 9 komoditas unggulan, dari mulai Kopi, Kakao, Garam, Beras, Kerajinan, Rumput Laut, Gula Semut, Lada Hitam hingga Tenun. Tak hanya itu saja, pihak LPEI juga sudah menghadirkan pendampingan desa untuk kurang lebih 12.821 petani dan juga pengrajin.

“Untuk menjadi Desa Devisa, kita harus menggali potensi desa, apakah produknya memang unggulan untuk diekspor, dan apakah sarana yang ada cukup memadai untuk dijadikan produk ekspor,” tambah Maryani Saswidyanti selaku perwakilan dari LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia).

Diharapkan kedepannya hadirnya pendampingan desa untuk Desa Devisa yang telah dilakukan pada Provinsi Kalimantan Timur mampu membawa manfaat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pada desa – desa yang berada di sekitar Kawasan Industri Kaltim serta mampu menghasilkan berbagai produk ekspor dengan prinsip keberlanjutan.

Optimalisasi Pendampingan Desa Untuk Desa Devisa

Pendampingan desa merupakan salah satu bagian terpenting dari upaya peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa. Dalam Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Desa, pemerintah bertanggung jawab untuk menghadirkan tenaga profesional yang akan melakukan pendampingan desa dalam usaha pemberdayaan dan pembangunan desa.

Pada konteks pendampingan desa kali ini, Desa Devisa merupakan sebuah usaha pengembangan masyarakat yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat Desa supaya mencapai perbaikan kondisi sosial, ekonomi dan budaya sekaligus menghasilkan devisa untuk negara.

Upaya peningkatan dan pengembangan masyarakat Desa ini dilakukan lewat pelatihan, pemberian informasi, akses pasar dan juga pemberian bantuan untuk tahap produksi. Sementara itu, pengadaan Desa Devisa yang dilakukan oleh LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) mendapatkan apresiasi positif dari Indah Kurnia sebagai salah satu anggota Komisi XI DPR RI.

“Adanya dukungan, bimbingan dan pembinaan dari LPEI, usaha rumput laut di Desa Kupang, Kabupaten Sidoarjo ini mudah-mudahan bisa semakin berkembang,” ujar Indah Kurnia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More