25 C
Samarinda
Kalimantan TimurPemanfaatan Lahan Bekas Tambang, Sanga-Sanga Jadi Pusat Perternakan Sapi Kaltim

Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang, Sanga-Sanga Jadi Pusat Perternakan Sapi Kaltim

KUTAI KARTANEGARA, JURNALKALTIM.COM – Pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi salah satu program yang dicanangkan oleh Camat Sanga-Sanga, M. Dachriansah. Rencananya, lahan bekas tambang ini akan dioptimalkan menjadi lahan besar bagi para peternak sapi, menjadikan lokasi ini sebagai pusat peternakan sapi Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara.

Rencana Transformasi Lahan Bekas Tambang Menjadi Peternakan Sapi

Camat Sanga-Sanga, Dachriansah menyampaikan bahwa keinginan ini didorong oleh tekad kuat pemerintah untuk memanfaatkan potensi lahan bekas tambang di wilayahnya. Menurutnya, langkah ini juga sejalan dengan rencana Kutai Kartanegara menjadi bagian dari Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

lahan bekas tambang, peternakan sapi
Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang, Sanga-Sanga Jadi Pusat Peternakan Sapi Kaltim
Sumber : Pexels

Dalam wawancaranya dengan awak media pada Rabu (08/11), ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan beberapa stakeholder, termasuk di dalamnya pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan perusahaan peternakan sapi yang beroperasi di wilayah Sanga-Sanga.

“Keinginan itu menjadi tekad kuat pihaknya, melihat peluang ke depan Kukar akan menjadi bagian dari Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” jelasnya dengan semangat.

Dalam perencanaan program ini, terdapat tiga kelurahan yang akan menjadi bagian dari pengembangan peternakan sapi, yaitu Kelurahan Pendingin, Kelurahan Sanga-Sanga Muara, dan Kelurahan Sanga-Sanga Dalam. Ia juga menambahkan bahwa program ini akan ditindaklanjuti pada tahun 2025 mendatang.

“Tahap awal sudah dimulai dan akan ditindak lanjuti lagi pada 2025 mendatang,” tambahnya.

Kesuksesan PT. Equalindo Makmur Alam Sejahtera (EMAS) merupakan sumber inspirasi yang menjadi salah satu faktor pendorong Pemerintah Kecamatan Sanga-sanga, untuk mengubah lahan bekas tambang menjadi peternakan sapi. Perusahan tersebut telah berhasil mengelola peternakan sapi menggunakan lahan bekas tambang di Tenggarong Seberang.

Camat Sanga-Sanga berharap bahwa transformasi ini dapat terwujud sesuai dengan perencanaan dan visi misi pihaknya. Menurutnya, langkah strategis ini sangat berpotensi untuk dikembangkan di wilayah kecamatan ini. 

Selain itu, pemanfaatan lahan ini nantinya akan membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku hewani untuk Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara. Di sisi lain, hal ini berpotensi tinggi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan anggaran pendapatan daerah.

“Nantinya, seluruh kebutuhan bahan baku untuk hewani itu bisa dipenuhi untuk Kaltim dan Kukar,” katanya penuh harapan.

Potensi Besar Peternakan Sapi di Kecamatan Sanga-Sanga

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, jumlah produksi daging sapi ternakan masih butuh perhatian lebih dari pemerintah. Dari data tahun 2021, Kutai Kartanegara menghasilkan 762,52 ton, sedangkan tahun 2022 kabupaten ini menghasilkan 870,10 ton. Terjadi kenaikan, namun angka tersebut belum bisa melampaui hasil produksi di tahun 2020, yaitu 909,12 ton.

Dari data tersebut, terlihat bahwa pemerintah masih perlu berupaya lebih lanjut lagi, untuk dapat memenuhi kebutuhan daging sapi di Kaltim. Apabila pelaksanaan program Camat Sanga-Sanga ini dapat terealisasi, kecamatan ini berpotensi besar menjadi pemasok daging sapi ternak terbesar di Kutai Kartanegara.

Namun, untuk mengubah suatu lahan bekas tambang, perlu dilakukan reklamasi lahan. Lahan bekas tambang umumnya telah rusak dan kering akibat zat kimia yang sering digunakan saat masih beroperasional.

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk reklamasi lahan ini, diantaranya adalah

  • Revegetasi tanaman lokal
    Melakukan penanaman kembali tanaman yang biasanya tumbuh di lingkungan tersebut. Pemilihan tanaman ini bertujuan agar tumbuhan tersebut dapat beradaptasi dengan cepat.
  • Bersinergi dengan alam
    Kondisi struktur tanah, yang umumnya kering, memerlukan bantuan alam untuk menyuburkan kembali lahan tersebut, sehingga layak untuk dihuni hewan maupun tumbuhan.
  • Memanfaatkan mikroorganisme
    Fungi dan jamur merupakan kombinasi baik untuk memperbaiki keseimbangan lahan yang sempat rusak. Ekosistem tanah dapat dengan cepat diperbaiki dengan menggunakan kedua mikroorganisme tersebut.
  • Fitoremediasi
    Melakukan penanaman tanaman berklorofil dapat memperbaiki tanah. Tanaman tersebut akan menyerap polutan yang terkandung di dalam tanah.

Perubahan fungsi lahan ini merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah Kecamatan Sanga-Sanga. Namun, dengan semangat dan tekad yang kuat program ini dapat terwujud. Pemanfaat lahan ini, memiliki potensi besar dan berdampak positif, baik dari segi ekosistem alam dan perekonomian.

Kecamatan Sanga-sanga berpotensi menjadi lokomotif penghasil daging sapi di Kalimantan Timur. Hal ini juga seirama dengan upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada demi kesejahteraan masyarakat.

Melalui transformasi ini, kelak kedepannya dapat memberikan dampak positif yang tidak hanya bagi ekonomi lokal, tetapi juga bagi pemenuhan kebutuhan daging sapi di tingkat regional.

(DiskomKukar//PP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More