25 C
Samarinda
Kalimantan TimurKutai KartanegaraProgram Sitajam : Perkuat Kedekatan Pemerintah Maluhu dan Warganya

Program Sitajam : Perkuat Kedekatan Pemerintah Maluhu dan Warganya

Kutai Kartanegara, JURNALKALTIM.com – Program Sitajam menjadi inovasi terbaru Pemerintah Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Bertajuk kegiatan “Silaturahmi Satu Jam”, pihaknya berupaya untuk menjalin hubungan yang erat bersama para warganya.

Ajang Mengomunikasikan Keresahan Masyarakat

Program “Silaturahmi Satu Jam” alias Sitajam merupakan cara inovatif Pemerintah Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mempererat kedekatannya dengan warga.

Dalam pelaksanaannya, program ini direalisasikan melalui kunjungan rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Maluhu setiap harinya. Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro menjelaskan bahwa paling tidak ada waktu selama satu jam setiap harinya bagi pemerintah Maluhu untuk mendatangi lingkungan masyarakat.

“Pihak kelurahan dalam setiap hari, minimal kami satu jam keliling mendatangi dan menyambangi warga,” ungkap Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro pada Senin (30/10/2023).

Dengan demikian, Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro menyampaikan bahwa dengan cara tersebut tidak ada lagi sekat bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah Maluhu.

Sebab melalui program Sitajam, masyarakat akan diberikan akses berupa kemudahan untuk mengkomunikasikan kesulitannya, pun dengan harapan untuk kemajuan Desa Maluhu.

Program Sitajam Temukan Kesulitan Warga terkait Kurangnya Kebutuhan Dasar

Program Sitajam
Program Sitajam : Perkuat Kedekatan Pemerintah Maluhu dan Warganya
Sumber : RRi

Program Sitajam atau “Silaturahmi Satu Jam” rupanya telah berlangsung rutin sejak bulan kemarin. Selain mempererat silaturahmi antara warga dan Pemerintah Maluhu, pelaksanaan program tersebut juga bertujuan sebagai sarana untuk menyerap masukan dan saran dari masyarakat.

Pemerintah Kelurahan Maluhu melalui Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro menyebut terdapat hasil signifikan dari program Sitajam ini, yaitu adanya penemuan terkait kondisi dua rumah warga yang masih menggunakan jamban sungai untuk keperluan MCK.

Maksud dari MCK disini ialah penggunaan fasilitas umum untuk berbagai keperluan, khususnya mandi, mencuci dan buang air (kakus). Dimana, hal ini berdampak pada risiko timbulnya berbagai macam penyakit dan juga tercemarnya lingkungan.

Sebab menurut Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro, penggunaan jamban sungai yang tidak sesuai dengan standar kesehatan memang berpotensi menimbulkan penyakit di lingkungan masyarakat.

“Lewat program sitajam ini, kami pihak kelurahan menemukan, masih ada dua warga kami, di Maluhu yang beraktifitas menggunakan jamban sungai,” ujarnya.

Oleh karena itu, guna menindaklanjuti persoalan ini pihak Pemerintah Maluhu telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk perolehan bantuan kepada dua warga tersebut.

“Sudah diusulkan sanitasi ke Disperkim Kukar dan insyaallah tahun depan akan dikerjakan,” tandasnya.

Selain itu, Pemerintah Kelurahan Maluhu juga baru-baru ini telah melakukan gotong royong bersama masyarakat dalam pembangunan Water Closet (WC) untuk dua keluarga yang sebelumnya masih menggunakan jamban sungai.

“Ini dilakukan agar rumah mereka, menjadi lebih layak dan untuk menjaga kebersihan lingkungan” ungkapnya.

Dengan demikian, Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro berharap program Sitajam bukan hanya kebijakan kosong belaka, melainkan juga berdampak langsung bagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, Kelurahan Maluhu rupanya juga sangat berkomitmen terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Bukan hanya dibuktikan melalui program “Silaturahmi Satu Jam”, pihaknya juga kembali melakukan inovasi melalui program Bank Sampah Digital.

Program Bank Sampah Digital sebenarnya menjadi kebijakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Namun dalam prakteknya, dinas tersebut memilih Kelurahan Maluhu sebagai bahan percontohan wilayah lainnya. Sebab sebelumnya, Mahulu telah berhasil menjadi pengelola sampah terbaik melalui programnya yang disebut “Sitajam”.

“Saya melihat agak kurang terawat, sampah mungkin masih berserakan, jadi saya melaksanakan sitajam ini saya menemukan kondisi yang kurang baik mengenai persampahan akhirnya saya membangun bank sampah,” ungkap Lurah Maluhu.

Dijelaskan oleh Tri Joko Kuncoro, bahwa pengelolaan Bank Sampah akan terfokus pada dua hal, yaitu manajemen bank sampah dan juga digitalisasi bank sampah.

“Jadi kedepannya bank sampah itu kita kelola ke arah yang modern untuk mempermudah nasabahnya dan para pengurusnya melaporkan sampah yang dihasilkan maupun nominal yang dihasilkan,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More