
Kutai Kartanegara, JURNALKALTIM.com – Camat Anggana mengatakan bahwa pihaknya tengah fokus pada pembangunan fasilitas dasar di wilayahnya. Menurutnya, pembangunan dasar tersebut tak kalah penting dari perbaikan jalan desa yang kerap kali dilakukan di beberapa wilayah.
Pembangunan Kebutuhan Dasar jadi Prioritas

Sumber : Pixabay
Saat ini, pembangunan kebutuhan dasar menjadi program prioritas Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini, bahkan telah dikonfirmasi langsung oleh Camat Anggana, Renda Abadi.
Renda Abadi menyebut bahwa pemerintah daerah (pemda) saat ini memang tengah mendorong pembangunan kebutuhan dasar di wilayah Kecamatan Anggana. Diketahui, pembangunan itu pun meliputi listrik, air dan jaringan telekomunikasi.
“Pembangunan yang utama kami bangun adalah kebutuhan dasar, mulai dari listrik, air, dan jaringan,” ujar Camat Anggana, Rendra Abadi saat diwawancarai awak media melalui saluran seluler beberapa waktu lalu.
Disampaikan olehnya, bahwa pemenuhan fasilitas dasar tak kalah penting dari pembangunan infrastruktur jalan. Dimana, hal ini menjadi kebutuhan vital yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
“Apalah artinya jika jalanan baik, tetapi kebutuhan dasar itu tak terpenuhi,” tambahnya, memprioritaskan kesejahteraan masyarakat di atas segalanya.
Camat Anggana Beri Perhatian Khusus pada Pembangunan di Wilayah Pesisir
Selain fokus terhadap kebutuhan pembangunan dasar di kawasan Kecamatan Anggana, Rendi Anggana juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendorong pembangunan di wilayah pesisir.
Beberapa diantaranya yaitu daerah Desa Sepatin, Desa Muara Pantuan dan Desa Tani Baru. Adapun sama seperti lainnya, pembangunan di kawasan ini pun terfokus pada pemenuhan fasilitas dasar, salah satunya yakni peningkatan penyediaan sumber daya listrik.
“Di Desa Muara Pantuan, kami telah melakukan koordinasi bersama PLN, yang dimana listrik disana kini dapat hidup selama 24 jam, meningkat dari sebelumnya hanya 12 jam,” ungkap Camat Rendra Abadi.
Meskipun demikian, Camat Anggana mengungkapkan bahwa terdapat beberapa wilayah yang masih dalam tahap pembangunan, yaitu Desa Tani Baru. Dimana, daerah ini masih mengandalkan sumber daya listrik melalui genset.
Lebih lanjut terkait anggaran, pihaknya buka-bukaan mengenai total dana yang dikucurkan. Andana menyebut, bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan pagu anggaran senilai 5 miliar untuk pemasangan jaringan sekaligus pembelian mesin genset berkapasitas besar yang ditunjukkan kepada Desa Sepatin.
Tak hanya itu, rupanya ia juga menjelaskan terkait kebutuhan akan penampungan air bersih di tiga kawasan tersebut, yang mana ia telah merencanakan bahwa sumber air akan diambil dari Desa Kutai Lama.
“Terkait air bersih juga di 3 desa tersebut memang harus dibuat penampungan air bersih, yang sumber airnya diambil dari kutai lama,” tambahnya.
Camat Anggana menyampaikan bahwa komitmennya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar di wilayahnya menjadi upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia akan memastikan, bahwa program prioritas yang sedang berlangsung akan terlaksana dengan cepat dan tepat.
“Harapan saya dengan semua bantuan yang telah diberikan, kami dapat membantu masyarakat di wilayah ini,” tandasnya.
Kawasan Anggana Siap jadi Mitra IKN
Disampaikan lebih lanjut oleh Camat Anggana, Renda Abadi mengungkapkan bahwa pihaknya bersedia untuk melakukan kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam membangun Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, komitmen Kecamatan Anggana dalam mengambil peran di IKN dilatarbelakangi oleh ketersediaan sumber daya alam (SDA) yang memadai. Khususnya, di sektor perikanan, perkebunan, dan pertanian.
“Komitmen kita di Kecamatan Anggana dalam pemindahan IKN dalam menyiapkan kebutuhan bahan pangan,†katanya, Selasa, 31 Oktober 2023.
Lebih lanjut, Rendi mengaku optimis untuk tergabung menjadi mitra produktif IKN. Dengan demikian, pihaknya bukan hanya turut serta dalam memenuhi kebutuhan pangan daerah pada khususnya, melainkan juga terlibat dalam kegiatan pengembangan perekonomian masyarakat di wilayah IKN.
“Kami ingin berperan aktif dalam pengadaan pangan IKN. Kami yakin bisa menjadi mitra yang andal,†tutupnya.

