25.3 C
Samarinda
Kalimantan TimurPromosikan Kembali Situs Bersejarah, Desa Jembaya Kembangkan Wisata Unggulan

Promosikan Kembali Situs Bersejarah, Desa Jembaya Kembangkan Wisata Unggulan

Kutai Kartanegara, Jurnalkaltim.com – Desa Jembayan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Loa Kulu Kukar saat ini tengah menyusun rencana pengembangan dari 3 situs bersejarah untuk menjadi tujuan destinasi wisata unggulan. Perencanaan ini dilakukan untuk mempromosikan kembali situs – situs bersejarah yang dimiliki oleh Desa Jembayan.

Potensial dari Tiga Situs Bersejarah Sebagai Destinasi Wisata Unggulan

Tiga situs bersejarah yang akan berencana dikembangkan adalah Makam Raja Kutai Kartanegara; Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa, Bunker Jepang hasil peninggalan Perang Dunia II dan juga Makam Aulia Habib Abdurrahman bin Husin bin Yahya. Perencanaan untuk mengembangkan situs – situs bersejarah sendiri diusulkan oleh Jamli selaku Sekretaris Desa Jembayan.

Melihat potensi – potensi 3 situs bersejarah yang ada di Desa Jembayan, Jamli ingin sekali kembali menyemarakkan daya tarik dari Desa Jembayan untuk para wisatawan, baik dalam dan luar negeri. Tak hanya itu, pengembangan situs yang diusulkan oleh Jamli juga dinilai mampu menjaga serta memperkenalkan kembali kekayaan budaya yang dimiliki oleh Desa Jembayan. Baik masyarakat Desa Jembayan atau wisatawan yang datang berkunjung pun bisa sama – sama mempelajari sejarah dari Desa Jembayan.

Situs Bersejarah
Sekretaris Desa Jembayan, Jamli

“Kami ingin menjadikan Desa Jembayan sebagai destinasi Wisata yang mempunyai nilai sejarah dan religi,” ungkap Jamli sebagai Sekretaris Desa Jembayan.

Jamli pun menuturkan letak dari Makam Raja Kutai Kartanegara, Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa, saat ini terletak di RT 1 Desa Jembayan sedangkan Makam dari Aulia Habib Abdurrahman bin Husin bin Yahya berlokasi di RT 15 Desa Jembayan. Sampai pada saat ini kebetulan kedua makam tersebut sudah menjadi tujuan destinasi ziarah yang populer untuk masyarakat setempat dan juga pengunjung dari berbagai daerah.

Sementara untuk situs Bunker Jepang, saat ini berlokasi di RT 15, Desa Jembayan. Keberadaan situs Bunker Jepang juga telah menjadi bagian atas penyusunan perencanaan pengembangan situs – situs bersejarah di Desa Jembayan. Pasalnya, keaslian dan keaslian dari bunker peninggalan zaman Jepang ini sampai sekarang masih terjaga dengan baik.

Jamli kembali menambahkan kalau saat ini pihaknya telah berkoordinasi dan bekerjasama bersama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk tetap menjaga kelestarian situs serta mengusahakan adanya promosi yang baik dan optimal untuk situs – situs  bersejarah yang dimiliki oleh Desa Jembayan sebagai bagian atas usaha melestarikan warisan – warisan budaya dan juga sejarah Desa Jembayan.

“Kami ingin mengenalkan sejarah itu kepada anak-anak dan masyarakat. Kami ingin mereka tahu dan menghargai sejarah,” ujar Jamli sebagai Sekretaris Desa Jembayan.

Lebih lanjut, pihak pemerintah Desa juga mempunyai harapan supaya seluruh lapisan masyarakat yang ada di Desa Jembayan mau untuk berpartisipasi aktif, ikut merawat dan juga mau menjaga keaslian dari situs – situs bersejarah yang ada di Desa Jembayan.

“Karena ini aset desa yang harus kita lestarikan bersama. Kami harap masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat situs-situs sejarah ini,” imbuh Jamli sebagai Sekretaris Desa Jembayan.

Harapannya, dengan mencanangkan program pengembangan tersebut, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Jembayan akan memandang dan mempertimbangkan keberadaan ketiga situs tersebut sebagai bagian dari aset desa yang masih perlu untuk dijaga bersama – sama, demi mewariskan nilai – nilai sejarah pada generasi yang akan datang.

Pengenalan Singkat Situs Bersejarah Desa Jembayan

Makam Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa yang terletak di Desa Jembayan ini bisa ditempuh melalui dua jalur, yang pertama adalah jalur konvensional melalui darat dan yang kedua adalah menggunakan perahu selama 10 menit dengan tarif PP Rp 100.000. Sampai pada saat ini, kondisi kompleks makam terawat dan kebersihannya pun terjaga. Situs makam ini menjadi tempat yang cocok bagi kamu yang ingin mengenal Kerajaan Kutai Kartanegara dahulu.

Setelah dilakukan pengembangan dan promosi atas ketiga situs sejarah Desa Jembayan, terutama untuk Makam Aulia Habib Abdurrahman bin Husin bin Yahya dan Bunker Jepang peninggalan Perang Dunia II diharapkan situs – situs penuh sejarah ini sukses menjalankan perannya sebagai tujuan wisata unggulan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More