25 C
Samarinda
Kalimantan TimurKutai KartanegaraProgram Petani Milenial Guna Dorong Perkembangan Sektor Industri Pertanian Kaltim

Program Petani Milenial Guna Dorong Perkembangan Sektor Industri Pertanian Kaltim

Kutai Kartanegara, JURNALKALTIM.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, terus aktif dalam upaya pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. Salah satu program unggulan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar adalah program Petani Milenial. Program ini bertujuan untuk merangsang dan memfasilitasi para generasi milenial untuk terlibat dalam kegiatan pertanian.

Program Petani Milenial Mengajak Generasi Muda Mengembangkan Sektor Pertanian

Tradisionalnya, pertanian sering diidentikkan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh generasi dewasa atau yang lebih tua. Namun, saat ini Kabupaten Kukar telah mendorong sebuah gerakan yang sangat membanggakan, yaitu kelompok petani milenial.

Program Petani Milenial bertujuan untuk mencapai beberapa tujuan utama.

  1. Program petani milenial ini bertujuan sebagai salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian masyarakat di sektor pertanian.
  2. Menginspirasi semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda dalam sektor pertanian.
  3. Program petani milenial ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, hortikultura, dan peternakan.
  4. Mengatasi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja.
  5. Program petani milenial juga bertujuan untuk memajukan praktik pertanian di Jawa Barat.

Dengan adanya program pertanian milenial ini diharapkan bisa berfokus pada pengembangan pertanian yang berkelanjutan, mandiri, dan berdaya maju. Selanjutnya, mampu memberikan kontribusi positif bagi ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.

Hal ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi di sektor pertanian, dengan melibatkan generasi muda untuk meningkatkan produktivitas dan kemajuan pertanian di wilayah tersebut. Dengan keterlibatan generasi milenial, diharapkan sektor pertanian dapat menjadi lebih dinamis dan bersaing di era modern.

Pembentukan Kelompok Petani Milenial Sudah Dimulai di Berbagai Kecamatan Kukar

Bupati Kukar Edi Damansyah telah menginisiasi pembentukan beberapa kelompok petani milenial di berbagai Kecamatan di wilayah Kukar. Langkah ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada generasi muda, agar mereka dapat terlibat secara aktif dalam sektor pertanian.

Sebagai contoh, terdapat dua kelompok petani milenial yang telah didirikan di Kukar, yaitu Kelompok Tani Joglo Langit di Samboja dan Kelompok Tani Pemuda Pelopor di Muara Jawa. Melalui kehadiran kelompok ini, generasi muda diajak untuk turut serta dalam upaya pengembangan pertanian, serta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam sektor ini.

Progam petani milenial
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah

“Kita ingin menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan, oleh karena itu perlu adanya pola pikir baru, ide kreatif dan inovasi , guna membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara berkelanjutan”, jelas Bupati Kukar.

Dengan melibatkan generasi milenial, diharapkan pertanian di Kukar dapat mengalami perkembangan positif dan terus tumbuh ke arah yang lebih modern.

Pertanian Akan Mengikuti Perkembangan Teknologi di Era Modern

Bupati Edi Damansyah menekankan bahwa kegiatan program Petani Milenial dapat mengikuti perkembangan teknologi yang canggih saat ini. Semua aspek pertanian saat ini mengandalkan teknologi yang lebih canggih dan manajemen yang terstruktur, bukan lagi bergantung pada metode tradisional yang lebih kuno.

Contohnya, penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida atau pembukaan lahan pertanian. Dengan pendekatan ini, sektor pertanian dapat menjadi lebih efisien dan produktif.

“Misalkan mau nyemprot ‘kan bisa pakai drone. Pembukaan lahan juga harus memakai drone, semua identik dengan teknologi sudah berbasis manajemen, bukan lagi basah-basahan dan berlumpur,” ujarnya.

Bupati Edi Damansyah mengajak generasi muda untuk lebih berminat dan fokus pada sektor pertanian. Menurutnya, pertanian harus menjadi tanggung jawab generasi muda, bukan hanya pekerjaan orang tua. Hal ini mencerminkan pentingnya melibatkan generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian untuk masa depan yang lebih baik.

“Pertanian itu memang harus ditangani anak muda, bukan lagi mengharapkan orang-orang tua yang terjun ke lapangan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Read More