
Kutai Kartanegara, JURNALKALTIM.com – Kabid Ekonomi Kukar umumkan rencana pembangunan pabrik pakan ternak pada tahun 2024 di Kecamatan Loa Kulu pada Selasa (10/10/2023). Ini menjadi kabar baik bagi perkembangan ekonomi di wilayah Kukar.
Rencana ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Kukar yang kemudian akan dikelola oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda). Pembangunan pabrik pakan ternak memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pertanian dan peternakan di daerah Loa Kulu.
Produksi pakan ternak yang lebih terjangkau dan berkualitas tinggi dapat memberikan manfaat besar bagi peternak setempat dan membantu meningkatkan produktivitas hewan ternak. Selain itu, pembangunan pabrik ini juga memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Kabid Ekonomi Kukar Ungkap Pembangunan Ini Masih Tahap Perencanaan Mendalam
Rencana pembangunan pabrik pakan ternak menjadi bagian dari strategi hilirisasi, yang bertujuan untuk mengoptimalkan nilai tambah dalam sektor pertanian dan peternakan. Dengan mengembangkan fasilitas produksi pakan ternak, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pakan, memudahkan akses para peternak, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bagus Eko Sampurno selaku Kabid Ekonomi Kukar mengatakan bahwa proyek ini masih dalam tahap perencanaan yang mendalam. Selain itu perlu ada pengkajian lebih lanjut mengenai pembangunan pabrik pakan ternak di Kukar.
“Saya belum mengetahui pastinya ada dimana tempat yang akan dibangun pabrik pakan. Rencana pembangunan pabrik tersebut bagian dari hilirisasi,” ucap Bagus Eko Sampurno.
Seiring dengan perkembangan rencana ini, diharapkan adanya kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat setempat untuk mewujudkannya. Pembangunan pabrik pakan ternak ini dapat menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Kukar.
Pembangunan Pabrik Pakan Ternak Peluang yang Sangat Baik
Selanjutnya, diharapkan bahwa hasil dari perencanaan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat Kukar dan meningkatkan sektor pertanian dan peternakan di wilayah tersebut. Kita akan menantikan perkembangan lebih lanjut terkait proyek ini seiring berjalannya tahapan perencanaan.
Bagus Eko Sampurno mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik pakan ternak di Kecamatan Loa Kulu berpotensi memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Khususnya bagi para peternak dan pembudidaya ikan di wilayah tersebut. Keberadaan pabrik pakan ternak akan mengurangi pengeluaran operasional peternak, mengingat biaya pakan ternak biasanya merupakan komponen biaya terbesar dalam bisnis peternakan.
“Maka dari itu kenapa kita tidak membangun pabrik sendiri saja, ini peluang sangat baik untuk kita semua,” ucapnya.
Dengan memproduksi pakan ternak secara lokal, para peternak akan dapat mengakses pakan dengan biaya yang lebih rendah, yang pada gilirannya akan meningkatkan profitabilitas usaha mereka. Ini juga merupakan langkah yang baik dalam upaya untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan di wilayah tersebut.
“70 persen operasional peternak itu ada di pakannya, jika ada pabrik pakan ternak di Kukar pastinya bisa menekan biaya pakan, tenaga kerja terserap, sehingga dapat mensejahterakan masyarakatnya,” lanjutnya.
Pemberian Pelatihan Pada Peternak Cara Membuat Pakan Secara Mandiri
Kabid Ekonomi Kukar memberikan saran yang bijak terkait rencana pembangunan pabrik pakan ternak. Selain itu, ia juga menyarankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk sementara waktu melakukan pembenahan terkait biaya pakan ternak.
Salah satu langkah yang dapat diambil adalah memberikan pelatihan kepada para peternak tentang cara membuat pakan ternak secara mandiri. Dengan memiliki keterampilan ini, para peternak dapat menghasilkan pakan dengan biaya yang lebih rendah, sehingga mengurangi pengeluaran operasional.
“Para peternak harus dilatih membuat pakan mandiri, untuk menekan biaya pakan yang tinggi,” pungkasnya.
Pelatihan ini juga dapat menjadi langkah konkret untuk memberdayakan para peternak, membuat mereka lebih mandiri dalam mengelola usaha mereka. Selain itu, ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan pakan dari luar dan meningkatkan ketahanan pangan daerah.

